Share

3 Tabrakan Kereta Paling Mematikan di Dunia, Pernah Terjadi di Indonesia

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Minggu 29 Mei 2022 06:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 28 337 2601756 3-tabrakan-kereta-paling-mematikan-di-dunia-pernah-terjadi-di-indonesia-Df0NngzsOH.jpg Kecelakaan kereta di Bintaro pada 1987 (Foto: Wikipedia)

KERETA api adalah salah satu sarana transportasi kegemaran masyarakat. Selain cepat, penggunaan kereta api juga dinilai lebih murah, efisien, dan nyaman. 

Namun, tahukah Anda jika pernah ada tabrakan kereta paling mematikan di dunia? Berikut adalah 3 kasus tabrakan kereta terparah dan paling mematikan, termasuk di Indonesia: 

1. Depok, Indonesia 

Di Indonesia, kasus tabrakan kereta cukup parah pernah terjadi di Ratu Jaya, Depok, Jawa Barat pada 1968. Berbagai sumber menyebut, kecelakaan ini menyebabkan 116 orang tewas.

Peristiwa tabrakan terjadi di perlintasan kereta antara Stasiun Depok dan Stasiun Citayam. Diketahui, jalur kereta api di wilayah itu masih tunggal dan belum sebaik saat ini.

Kereta api uap Bumel bertabrakan dengan kereta api cepat dengan lokomotif uap diesel modern bertipe BB200. Setelah tabrakan itu, badan kereta langsung tergelincir.

Sementara itu, para korban segera dibawa ke rumah sakit di wilayah Depok dan Bogor.

2. Bintaro, Indonesia 

Kecelakaan kereta api di Bintaro ini agaknya adalah yang paling ikonik di Indonesia. Terjadi pada bulan Oktober 1987, kecelakaan ini menyebabkan 156 korban tewas dan 300 penumpang mengalami luka-luka.

Kepala Stasiun Serpong kala itu memberikan izin bagi kereta KA 225 jurusan Rangkasbitung-Jakarta Kota untuk berangkat. Namun, ia tidak melakukan pemeriksaan terlebih dahulu, apakah jalur kereta di Stasiun Sudimara masih kosong atau tidak.

Ternyata, jalur tersebut sudah diisi oleh kereta api Indocement yang sedang mengarah ke Jakarta melalui jalur 2. Sementara itu, di jalur 3 ada sebuah rangkaian gerbong tanpa lokomotif. 

KA 225 sendiri datang di jalur 1 pada pukul 06.45 WIB. Di arah yang berlawanan (tepatnya di stasiun Kebayoran) ada KA 220 jurusan Tanah Abang-Merak. Jalur kereta tersebut bersilangan dengan KA 225. Sayangnya KA 220 tetap diberangkatkan.

Seharusnya, KA 225 tidak diberangkatkan terlebih dahulu, mengingat KA 220 tengah melaju. Namun kala itu, masinis tidak melihat semboyan dari stasiun karena terhalang 2 kereta di jalur 2 dan 3. 

Petugas stasiun sempat mengejar, akan tetapi KA 225 tetap berjalan. Bahkan, pegawai kereta lainnya mengejar KA 225 dengan sepeda motor. 

Tabrakan berdarah pun tak mampu dihindarkan. Sejak saat itu, perlintasan kereta api Bintaro menjadi salah satu jalur angker. Masyarakat setempat menyebut, aroma darah masih tercium. Padahal, kejadian itu sudah berlangsung puluhan tahun lalu.

3. Firozabad, India

Sebuah kecelakaan kereta yang sangat mematikan terjadi di New Delhi, India pada Agustus 1995. Kereta Kalindi Express bertabrakan dengan Poreshotham Express dan menyebabkan 300 orang tewas, sementara 400 lainnya luka-luka.

Mengutip informasi yang disampaikan dalam laman The New York Times, kereta Kalindi tujuan New Delhi itu terlebih dahulu menabrak seekor sapi. Tubuh sapi itu tersangkut di mesin, sehingga mengganggu sistem rem kereta. Akibatnya, kereta berhenti mendadak karena adanya kerusakan tersebut. 

Sementara itu, kereta Poreshotham yang datang tak mengetahui adanya tragedi itu. Petugas pun tidak memberikan peringatan. Akibatnya, kereta Poreshotham menyeruduk kereta Kalindi dari belakang. Selain menimbulkan ratusan korban jiwa dan korban luka, peristiwa itu juga mengganggu setidaknya 18 jadwal kereta jarak jauh.

Diolah dari berbagai sumber/Ajeng Wirachmi/Litbang MPI

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini