Share

Meski Tak Bahaya bagi Manusia, Virus PMK Bisa Cemari Lingkungan

Ari Sandita Murti, Sindonews · Sabtu 28 Mei 2022 06:23 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 28 337 2601587 meski-tak-bahaya-bagi-manusia-virus-pmk-bisa-cemari-lingkungan-GGz7sRbQdX.jpg Illustrasi (foto: dok Okezone)

JAKARTA - Anggota Komisi Ahli Kesehatan Hewan Kesehatan Masyarakat Veteriner, dan Karantina Hewan, Kementerian Pertanian, Denny Widaya Lukman mengatakan, virus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak yang marak dewasa ini sejatinya tak berbahaya bagi manusia.

"Yang kita khawatirkan adalah pencemaran lingkungan yang akhirnya menulari hewan lain, dan merusak ekosistem, tidak berbahaya untuk manusia," ujarnya melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (28/5/2022).

BACA JUGA:Antisipasi PMK, MUI Susun Panduan Ibadah Qurban 

Menurutnya, virus PMK dinilai tidak membahayakan bagi kehidupan manusia, tapi penanganan yang salah pada daging hewan kurban yang terinfeksi bisa mencemari lingkungan. Selain tak membahayakan, PMK tidak memiliki dampak apapun pada kesehatan manusia.

Namun, kata dia, imbauan terkait hewan kurban harus dilakukan untuk mencegah pencemaran lingkungan dan menularnya virus PMK pada hewan ternak dan nonternak lainnya.

 BACA JUGA:PMK Tidak Terkendali, Puluhan Sapi Jual Murah dan Peternak Terlilit Utang

"Ini adalah masalah serius pada hewan, kita mengatur lalu lintas peredaran daging qurban dengan harapan jika kemungkinan virus ada di bagian tubuh hewan yang dipotong kemudian tidak terdeteksi, maka tidak akan jatuh atau mencemari lingkungan yang nantinya lingkungan itu akan menyebarkan penyakit tersebut ke ternak yang lain," tuturnya.

Anggota tim pakar penyusun Surat Edaran Qurban pada masa Pandemi Covid-19 dan wabah PMK, Kementerian Pertanian Republik Indonesia itu berharap, MUI dalam bisa mengimbau masyarakat agar melaksanakan kurban secara daring melalui Rumah Penyembelihan Hewan (RPH) atau tempat yang telah mengantongi izin penyembelihan dari Pemda. Dengan begitu, pengurangan tingkat pencemaran lingkungan yang berasal dari penularan virus PMK hewan kurban bisa dilakukan.

"Mohon MUI agar mengimbau masyarakat agar DKM memaksimalkan memotong daging kurbannya di RPH dan tempat yang mendapat izin dinas saja, dan hanya dilakukan saat hari H, untuk meminimalkan risiko penularan," pungkasnya. (wal)

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

(Ari)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini