Share

Antisipasi PMK, MUI Susun Panduan Ibadah Qurban

Ari Sandita Murti, Sindonews · Sabtu 28 Mei 2022 05:42 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 28 337 2601580 antisipasi-pmk-mui-susun-panduan-ibadah-qurban-5zUYeNC9jj.jpg Illustrasi (foto: dok Okezone)

JAKARTA - Ketua MUI Bidang Fatwa, Asrorun Niam Sholeh mengatakan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyusun panduan ibadah qurban 1443 H/2022 untuk antisipasi penyakit mulut dan kuku (PMK) yang tengah marak.

Penyusunan panduan melibatkan masukan sejumlah pihak, antara lain pakar dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Kementerian Pertanian di Kantor MUI, Jumat 27 Mei 2022.

BACA JUGA:PMK Tidak Terkendali, Puluhan Sapi Jual Murah dan Peternak Terlilit Utang 

Menurutnya, untuk mengantisipasi penyakit mulut dan kuku pada hewan ternak, MUI melakukan pembahasan intensif demi menyusun pedoman keagamaan dalam ibadah qurban 1443 H.

"Komisi fatwa akan melakukan rapat khusus untuk drafting dan juga sidang fatwa untuk membahas panduan baik nanti dalam bentuk fatwa atau khusus sebagai bentuk panduan atau pedoman dari Komisi Fatwa MUI," ujarnya melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (28/5/2022).

 BACA JUGA:Ada Wabah PMK, 48 Desa di Sumut Lockdown

Dia menerangkan, fatwa terkait dengan ibadah qurban kali ini membutuhkan penjelasan utuh mengenai ihwal PMK yang sedang terjadi. Lalu, dampaknya dan upaya serta langkah mitigasinya.

"Untuk itu, MUI mengundang dan mendengar penjelasan ahli dari IPB dan kementan sebagai penanggung jawab," tuturnya.

Sementara itu, Anggota Komisi Ahli Kesehatan Hewan Kesehatan Masyarakat Veteriner, dan Karantina Hewan, Kementerian Pertanian, Denny Widaya Lukman menerangkan, virus PMK dinilai tidak membahayakan bagi kehidupan manusia. Namun, penanganan yang salah pada daging hewan qurban yang terinfeksi bisa mencemari lingkungan.

"Dikhawatirkan pencemaran lingkungan yang akhirnya menulari hewan lain dan merusak ekosistem, tidak berbahaya untuk manusia," katanya.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini