Share

Sebelum Wafat, Buya Syafii Maarif Sering Rindu Gus Dur

Erfan Maaruf, iNews · Jum'at 27 Mei 2022 15:18 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 27 337 2601307 sebelum-wafat-buya-syafii-maarif-sering-rindu-gus-dur-8tyoN67H69.jpg Buya Syafii Maarif (Foto: Antara)

JAKARTA - Tokoh Muhammadiyah Buya Syafii Maarif dengan Nahdlatul Ulama Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sepakat Islam sebagai inspirasi kehidupan umat dan masyarakat. Namun, setelah sepeninggalan Gus Dur, Buya Syafii Maarif mengaku sering kesepian dan rindu sosoknya.

Putri Gus Dur, Zannuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid bercerita wafatnya Buya Syafii membuat ingatannya dengan ayahanda kembali mencuat. Gus Dur dan Buya Syafii merupakan dua tokoh yang berhasil mendekatkan Muhammadiyah dengan Nahdlatul Ulama yang sempat renggang akibat perbedaan politik dan persoalan amaliah keagamaan.

Namun, seringnya pertemuan secara fisik dan persamaan pemikiran tentang visi kebangsaan, keduanya berhasil membuat kedua ormas Islam ini menjadi mesra.

Baca juga:Buya Syafii Maarif Wafat, Partai Perindo: Perjuangan Beliau Jadi Tauladan

"Persamaan visi kebangsaan, serta kerapnya pertemuan di antara mereka berdua, membuat hubungan antara kedua lembaga menjadi mesra," kata Yenny Wahid dalam keterangannya, Jum'at (27/5/2022).

Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, keduanya sepakat jika Islam ada di tengah-tengah masyarakat sebagai inspirasi kehidupan. Keduanya menilai tidak perlu Islam diformalkan dalam negara Indonesia karena banyaknya agama di Indonesia.

Baca juga: Buya Syafii Maarif Meninggal, Puan: Indonesia Kehilangan Guru Bangsa

"Baik Gus Dur maupun Buya Syafii lebih setuju dengan Islam sebagai inspirasi kehidupan umat dan masyarakat, dan tidak perlu diformalkan sebagai hukum negara, karena bisa terjadi diskriminasi terhadap warga negara Non Muslim," jelasnya.

Karena seringnya berdialog dengan Gus Dur tentang kehidupan umat dalam bernegara, Buya Syafii mengaku rindu dengan Gus Dur pasca sepeninggalannya.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

"Buya Syafii mengaku sering rindu Gus Dur, apalagi ketika beliau merasa kesepian dalam berjuang menegakkan toleransi di Indonesia," jelasnya.

Buya Syafii dianggap sebagai tokoh yang independen, berani mengutarakan kritikan, bahkan kepada para pejabat negara. Yenny menyebut Buya Syafii memiliki kepedulian tinggi atas berbagai isu kehidupan berbangsa dan negara.

"Kami banyak bertukar pikiran mengenai nasib Garuda. Ya beliau punya kepedulian atas berbagai isu dimasyarakat," jelasnya.

Tidak hanya itu, dalam kehidupan sosial Buya Syafii Maarif merupakan sosok yang sederhana. Beliau selalu membawa sepeda dan vespa saat hendak pergi kemana-mana. Namun Buya Syafii kaya dalam berkarya dan amalan baik untuk bangsa.

"Beliau kaya dalam karya dan amalan baik untuk bangsa. Selamat jalan, Buya. Semoga engkau mendapat tempat disisi Allah SWT. We will miss you," pungkasnya.

Baca juga: Buya Syafii Maarif Wafat, Putri Gus Dur Cerita Banyak Nasihat Didapat dari Guru Bangsa

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini