Share

Khotbah di Pernikahan Adik Jokowi, Imam Besar Istiqlal Bicara soal Perbedaan dan Kebahagiaan

Arie Dwi Satrio, Okezone · Kamis 26 Mei 2022 11:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 26 337 2600564 khotbah-di-pernikahan-adik-jokowi-imam-besar-istiqlal-bicara-soal-perbedaan-dan-kebahagiaan-qcmhH5FYQe.jpg Imam Besar Masjid Istiqlal khotbah di pernikahan adik Presiden Jokowi (Foto: Arie Dwi Satrio)

JAKARTA - Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar hadir di acara pernikahan adik kandung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Idayati dengan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Anwar Usman. Pernikahan berlangsung di Gedung Graha Saba Buana Solo, hari ini, Kamis (26/5/2022).

Kedatangan Nasaruddin Umar sekaligus untuk memberikan khutbah nikah kepada kedua mempelai. Nasaruddin Umar menyampaikan khutbah nikah sesaat sebelum dilakukan prosesi akad nikah atau sekira pukul 10.00 WIB. Ditekankan Umar, pernikahan merupakan peristiwa yang sangat sakral.

"Hari ini, tanggal 25 Syawal 1443 Hijriah bertepatan tanggal 26 Mei 2022. Kita menyaksikan peristiwa yang sangat sakral dan sangat agung sekaligus kita menyaksikan peristiwa hukum, baik hukum positif maupun hukum syariah," ujar Umar.

"Sekaligus juga kita menyaksikan peristiwa adat istiadat yang sangat luhur untuk kita semuanya," imbuhnya.

BACA JUGA:Foto-Foto Pernikahan Adik Jokowi dengan Anwar Usman, Mempelai Wanita Terlihat Anggun 

Umar lantas berbicara soal lapisan pernikahan di dalam kitab umat Islam. Di mana, kata dia, perkawinan adalah menyatukan dua hal yang berbeda untuk menjadi satu kesatuan. Pernikahan juga, sambungnya, dapat melahirkan alam semesta.

"Seluruh jenjang perkawinan yang saya sebutkan tadi, itu artinya untuk mempertanyakan sesuatu atau hal-hal yang berbeda menjadi satu kesatuan yang utuh. Itulah disebut dengan hakekat perkawinan, mempertemukan dua yang berbeda," ungkapnya.

Menurut Umar, pernikahan sama halnya dengan menyatukan nama-nama sifat Allah SWT. Di mana, ada banyak perbedaan dalam sifat-sifat Allah SWT dan saling bertentangan. Namun, hal itu justru bukan untuk dipertentangkan, melainkan dipersatukan menjadi satu kesatuan yang indah dan utuh.

"Kebahagiaan itu akan muncul mana kala kita mampu mengawinkan dua hal yang berbeda menjadi satu kesatuan," katanya.

Oleh karenanya, kata Umar, cita-cita sebuh pernikahan adalah untuk melahirkan kebahagiaan. Menurutnya, ada dua macam kebahagiaan. Kebahagiaan yang bersumber dari Allah SWT dan kebahagiaan mental yang tercipta dari dalam diri sendiri.

"Dan sesungguhnya kebahagiaan itu sangat subjektif dan sangat situasional. Karena itu perkawinan ini berusaha menciptakan satu paradigma yang sama antara berbagai macam pihak," ujarnya.

Umar menjelaskan, kebahagiaan memang adalah hasil optimalisasi perjuangan. Namun terkadang, sambungnya, hal itu terhambat dengan definisi kebahagiaan yang kita anut sendiri. Misalnya, kebahagiaan punya jabatan tinggi, harta melimpah, atau punya rumah mewah.

"Sesungguhnya kebahagiaan itu adalah definisi mental. Dan kita bisa merasakan puncak kebahagiaan manakala kita merasakan apa yang Allah berikan cukup untuk kita," katanya.

Umar kembali mengingatkan bahwa pernikahan antara Anwar Usman dengan Idayati hari ini adalah wujud perkawinan makro kosmos. Di mana, perkawinan makro kosmos adalah langit sebagai sang suami dan bumi adalah sang istri.

"Oleh karenanya, perkawinan ini juga harus kita hitung dengan bagaimana melestarikan generasi yang akan datang," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini