Share

Alutsista TNI Bakal Tambah Kuat, Indonesia-Prancis Bakal Produksi 13 Radar CGI

Riezky Maulana, iNews · Kamis 26 Mei 2022 05:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 26 337 2600442 alutsista-tni-bakal-tambah-kuat-indonesia-prancis-bakal-produksi-13-radar-cgi-DyJFeC0689.jpg Indonesia-Prancis kerja sama produksi radar CGI (Foto: Humas Kemhan)

JAKARTA - Indonesia-Prancis bakal bakal memproduksi bersama radar Ground Controlled Interception (GCI) di PT Len Industri. Di mana, dalam proses produksi, perusahaan ternama Prancis, Thales ikut ambil bagian.

Wakil Menteri Pertahanan (WA menhan) Letjen TNI Herindra menuturkan, jumlah sadar CGI yang akan diproduksi berjumlah 13. Belasan alutsista ini akan memperkuat TNI.

"Len dan Thales baru saja melakukan penandatanganan kerja sama pemenuhan 13 Radar GCI untuk Kementerian Pertahanan (Kemhan). Semoga proses produksi segera berjalan dan lancar," kata Herindra dalam keterangannya, Kamis (26/5/2022).

Herindra menuturkan, langkah ini sejalan dengan apa yang digaungkan oleh Presiden Joko Widodo dan Menhan Prabowo Subianto. Di mana, Kemhan dan TNI harus menggaungkan dan menjadi pelopor pembelian serta pemanfaatan produk dalam negeri.

"Ini adalah buah kerja keras kita bersama sesuai arahan Presiden Jokowi dan Menhan Prabowo Subianto agar Kemhan dan TNI senantiasa mendukung program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN),” tuturnya.

Baca juga: Kisah Jenderal Nasution Belanja Senjata Mematikan Milik Uni Soviet

Sementara itu, Direktur Utama Bobby Rasyidin mengatakan bahwa selain penandatanganan produksi bersama Radar GCI, PT Len Industri dan Thales juga menyepakati perjanjian lain.

Baca juga: Perang Rusia Ukraina Ternyata Berdampak kepada Mesin Tempur Mematikan TNI AU

Di mana, akan dimulai aktivitas pendefinisian concrete action untuk merealisasikan Head of Agreement (HoA) dari strategic Partnership antara Len-Thales di tujuh area potensial.

"Kerja sama ini sangat positif bagi peningkatan kemampuan industri pertahanan dalam negeri kita,” kata Bobby.

Dalam dunia kemiliteran, Radar GCI menjadi salah satu alutsista utama yang fungsinya dapat diibaratkan sebagai 'mata' pertahanan. Dengan jangkauannya yang bisa mencapai 450 km, radar tipe ini berperan memberikan pengawalan pada pesawat pencegat maupun pesawat buru sergap dalam menjalankan misinya.

Presiden Joko Widodo pada April 2022 lalu mengingatkan bahwa Indonesia perlu segera membangun kemandirian industri pertahanan dalam negeri. Jokowi juga ingin agar kerja sama di bidang internasional juga diperkuat sekaligus berinovasi untuk pengembangan industri pertahanan Indonesia.

“Jadi semuanya ajak, tapi tetap mayoritas kita. Sehingga juga agar pasar kita lebih membesar. Terus berinovasi mencari cara dan mencari terobosan. Baik itu terobosan di bidang SDM, bahan baku, produk, proses bisnis dan operasionalnya," tutur Jokowi.

Baca juga: Berkaca dari Invasi Rusia, Pengamat: Langkah Pemerintah Belanja Alutsista saat Damai Tepat

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini