Share

Kapal Berbendera Malaysia Curi Ikan di Selat Malaka, Negara Rugi hingga Rp27 Miliar

Bachtiar Rojab, MNC Media · Rabu 25 Mei 2022 13:33 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 25 337 2600037 kapal-berbendera-malaysia-curi-ikan-di-selat-malaka-negara-rugi-hingga-rp27-miliar-OmI7uzAdyH.jpg Plh Dirpolair Korpolairud Baharkam Polri, Kombes Dadan (foto: MPI/Bachtiar)

JAKARTA - Plh Dirpolair Korpolairud Baharkam Polri, Kombes Dadan mengklaim, pihaknya telah mengamankan lima orang Anak Buah Kapal (ABK) asal Malaysia yang telah melakukan Ilegal Fishing dj kawasan Selat Malaka, Aceh, Sumatera Utara. Kegiatan tersebut, terjadi usai 10 tahun beroperasi.

Dadan mengatakan, penangkapan tersebut terjadi pada Sabtu 21 Mei 2022 lalu. Menurutnya, kapal tersebut tengah berlalu lalang melakukan ilegal fishing di kawasan Selat Malaka dengan terdapat bendera Malaysia yang berkibar.

"Ini kasus ilegal fishing pada hari Sabtu pukul 10.00 WIB oleh penegak hukum dilakukan oleh kapal Atareja 7007, di mana kapal yang mencuri ikan, yaitu kapal ikan asing (KIA) berbendera malaysia," ujar Dadan dalam jumpa pers di Gedung Direktorat Kepolisian Perairan, Rabu (25/5/2022).

 BACA JUGA:Kasus Illegal Fishing di RI Turun, Maling Ikan dari Malaysia Kapok?

Menurut Dadan, kapal Malaysia tersebut tidak hanya melakukan aktivitas ilegal fishing. Namun, juga melakukan penangkapan ikan menggunakan alat ilegal yakni dengan pukat trawl.

"Modus operasinya pelaku melakukan penangkapan ikan di wilayah perairan Indonesia yaitu di wilayah Selat Malaka, dengan menggunakan sarana kapal ikan asing Kapal KHF 1790 GT. 64,17 yang berbendera Malaysia dan menggunakan alat tangkap yang dilarang yaitu menggunakan alat tangkap pukat trawl," terangnya.

 BACA JUGA:3 Kapal Berbendera Malaysia Ditangkap, Praktik Illegal Fishing Tak Ada Ampun

Atas hal tersebut Polisi telah menetapkan 5 orang sebagai tersangka. Serta, mengamankan barang bukti berupa satu kapal, ikan campuran kurang lebih satu ton, kemudian JBS, satu unit pukat trawl dan dokumen kapal.

"Kerugian negara diperkirakan sebesar Rp27 miliar. Hal ini dilakukan selama kurang lebih 10 tahun," jelasnya.

Atas kegiatan itu, tersangka dikenakan Pasal 85 UU RI No. 31 Tahun 2004 tentang Perikanan. Dengan ancaman hukuman Pasal 85 UU RI No. 31 Tahun 2004 tentang Perikanan. Dengan masa kurungan 5 tahun penjara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini