Share

Pantura Jateng Dikepung Banjir Rob, Bagaimana dengan Jakarta?

Binti Mufarida, Sindonews · Rabu 25 Mei 2022 08:25 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 25 337 2599827 pantura-jateng-dikepung-banjir-rob-bagaimana-dengan-jakarta-Q8oe2hyO2y.jpg Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - Wilayah pesisir pantai utara (Pantura) saat ini sedang terendam banjir pesisir atau rob. Salah satunya penyebabnya yakni adanya kondisi perigee dan juga peningkatan gelombang tinggi. Lalu, bagaimana potensi banjir rob di pesisir Jakarta?

Merespon hal ini, Koordinator Bidang Informasi Meteorologi Maritim BMKG, Andri Ramdhani mengatakan bahwa pesisir Jakarta juga berpotensi banjir rob namun tidak setinggi seperti di pantura ataupun Semarang.

“Di Jakarta, relatif memang tidak, tetap ya potensi ada, tapi tidak setinggi yang di Semarang,” kata Andri saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (25/5/2022).

Andi pun menjelaskan kejadian banjir rob di pantura khususnya di Semarang tercatat tinggi gelombang mencapai 2,5 meter. Ditambah lagi dengan karakteristik elevasi pantai utara yang rendah.

“Karena memang itu tadi, secara kebetulan memang di Semarang itu, waktu kemarin dan hari ini potensi gelombang sangat tinggi, untuk di Jawa Tengah sampai dengan 2,5 meter, itu yang menyebabkan,” kata Andi.

Sementara di Jakarta, kata Andri, tinggi gelombang maksimum masih di kisaran 1,5 meter sehingga jika terjadi banjir rob tidak akan signifikan. “Kalau di Jakarta (gelombang) 1,5 meter sehingga terlihat tidak signifikan, tidak terjadi banjir rob yang meluas seperti yang di Jawa Tengah. Jadi faktornya tidak berdiri sendiri, tidak hanya perigee tapi juga faktor lain gelombang tinggi sehingga terjadi banjir rob.”

“Untuk Jakarta, pantauan kami tetap waspada. Tapi relatif lebih kondusif dari Semarang,” tegas Andri.

Andri pun menghimbau kepada masyarakat yang berada di pesisir agar tetap waspada terhadap potensi rob. “Himbauan untuk masyarakat tetap waspada, terutama yang tinggal di wilayah pesisir, juga harus siap antisipasi, dan selalu mengupdate informasi dari BMKG ataupun dari pemerintah setempat.”

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini