Share

Kepala PPATK Sebut Semakin Sulit Identifikasi Transaksi Keuangan Mencurigakan, Ini Sebabnya

Muhammad Refi Sandi, MNC Media · Rabu 25 Mei 2022 05:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 25 337 2599783 kepala-ppatk-sebut-semakin-sulit-identifikasi-transaksi-keuangan-mencurigakan-ini-sebabnya-3ZdmpCNt5G.jpg Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Ivan Yustiavandana mengatakan organisasi kejahatan menggunakan berbagai digital tools untuk melakukan perencanaan, koordinasi, komunikasi, jejaring dan transaksi jual beli barang illegal. Demikian juga halnya para pelaku kejahatan pencucian uang.

Ivan menambahkan mereka juga memanfaatkan perkembangan teknologi keuangan dalam upaya menyembunyikan dan menyamarkan hasil kejahatan. Berbagai variasi digital tools dalam sistem keuangan telah mentransformasi metode dalam pemindahan aliran dana illegal secara signifikan pada seluruh tahapan pencucian uang baik placement, layering maupun integration.

“Luasnya peluang untuk melakukan transaksi digital melalui berbagai sarana pembayaran elektronis telah menghasilkan ekosistem yang sangat kompleks dan semakin menyulitkan dalam mengidentifikasi maupun menelusuri transaksi keuangan mencurigakan,” kata Ivan dalam keterangannya dikutip, Rabu (25/5/2022).

Ivan mengatakan Indonesia sebagai Negara harus memastikan bahwa otoritas penegak hukum memiliki tanggung jawab untuk melakukan investigasi keuangan dan secara proaktif melakukan investigasi paralel tindak pidana asal dengan tindak pidana pencucian uang.

“Untuk itu, setiap insan penegak hukum harus memiliki standar profesional yang tinggi, berintegritas dan memiliki kompetensi yang memadai. Hal ini perlu dilakukan mengingat pentingnya penegak hukum yang kompeten dalam penyidikan pencucian uang," ujarnya.

Lebih lanjut, Ivan mengatakan melalui kegiatan seminar tersebut diharapkan akan menghasilkan persamaan persepsi mengenai urgensi peningkatan kompetensi penyidik Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) di era ekonomi digital.

"Selain itu diharapkan pula dapat mendorong sinergi antar lembaga untuk bersama-sama merumuskan strategi dan langkah yang efektif dalam peningkatan kompetensi penyidik TPPU," ucapnya.

(kha)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini