Share

UAS Ditolak Masuk Singapura, BNPT: Kita Tak Bisa Intervensi

Nur Khabibi, MNC Portal · Rabu 25 Mei 2022 02:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 24 337 2599732 uas-ditolak-masuk-singapura-bnpt-kita-tak-bisa-intervensi-j17jjBAHPJ.jpg Boy Ralfli Amar (Foto: Kepala BNPT)

JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Rafli Amar merespons tanggapan Mendagri Singapura, K Shanmugam tentang pendukung fanatik Ustaz Abdul Somad (UAS).

Melalui website Kemendagri Singapura, Shanmugam menyebutkan pendukung UAS mengancam dengan menyebut tragedi 9 September 2001.

Menanggapi hal tersebut, Rafli menyatakan fanatisme pada dasarnya merupakan sikap positif bagi insan yang beragama.

"Fanatisme itu sebuah hal positif bagi pemeluk agama yang bersangkutan dalam menjalankan syariat agama untuk meningkatkan keimanan ketakwaan," ucap Rafli kepada wartawan, Selasa (24/5/2022).

Meski demikian, Rafli menjelaskan fanatisme juga dapat berdampak negatif jika tidak menerima kebenaran menurut agama lain.

Baca juga: Perempuan Cerai Wajib Jalani Masa Iddah, Ini Tujuannya Kata UAS

"Kalau kita memaksakan versi kebenaran kita, sementara agama lain mengajarkan lain tentu ini berpotensi menimbulkan intoleransi," ucapnya.

Terkait isu radikalisme yang menempel pada UAS, ia menyatakan bahwa setiap negara mempunyai parameter masing-masing. Sehingga Indonesia dan Singapura sangat mungkin terjadi perbedaan dalam penilaian yang dimaksud.

Baca juga: Ustadz Abdul Somad Ungkap Masa Iddah Perempuan Ditalak Suami, Berapa Bulan?

"Singapura punya parameter sendiri, dan dia tegas dengan aturan. Jadi diberlakukan bukan karena UAS, tapi karena pengamatan terhadap narasi yang disampaikan UAS. Jadi ini bukan berarti kaitan dengan agama tertentu saja, kalau agama lain yang ternyata mengarah ke ekstrimisme kekerasan mereka juga menolak karena mereka punya aturan hukum sendiri. Tentu dalam konteks itu, itu hak negara Singapura kita tidak bisa intervensi," paparnya.

Sebelumnya, Kabar mencengangkan datang dari penceramah kondang Ustadz Abdul Somad. Sosok yang akrab di sapa UAS ini ditolak masuk oleh pihak imigrasi Singapura.

Sontak kebijakan Singapura ini pun mengundang reaksi. Pihak Keduataan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura langsung melakukan komunikasi dengan Immigration and Checkpoints Authority (ICA) Singapura.

“Penolakan (refusal of entry) didasarkan alasan tidak eligible untuk mendapatkan ijin masuk berdasarkan kebijakan imigrasi (being ineligible for the issue of a pass under current immigration policies),” jelas KBRI Singapura.

“Penolakan dilakukan kepada ASB dan 6 anggota rombongannya,” papar laporan KBRI Singapura.

Baca juga: Demo di Depan Kedubes Singapura, Begini Tuntutan Massa Pendukung UAS

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini