Share

BMKG: Pasang Air Laut Penyebab Banjir Rob Pantura Tertinggi dalam 20 Tahun

Binti Mufarida, Sindonews · Selasa 24 Mei 2022 10:44 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 24 337 2599236 bmkg-pasang-air-laut-penyebab-banjir-rob-pantura-tertinggi-dalam-20-tahun-cMFonKBQQH.jpg Ilustrasi banjir rob. (Foto: Antara)

JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan pasang air laut di pantai utara (Pantura) menjadi yang tertinggi sejak sejak pengamatan tahun 2002 atau 20 tahun lalu. Pasang air laut ini yang menjadi penyebab terjadinya banjir pesisir atau banjir rob di wilayah Pantura.

BACA JUGA: Banjir Rob Terjang Pesisir Indramayu, Rendam Objek Wisata hingga Permukiman Warga

“(Kejadian) rob kemarin yang menimbulkan bencana memang kalau dari analisa kami itu hubungan antara dua itu adanya pasang dan gelombang tinggi,” kata Kepala Stasium Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang, Retno Widyaningsih saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (24/5/2022).

Retno mengatakan tinggi pasang air laut sudah mencapai 210 cm. Dan ini merupakan tertinggi sepanjang pengamatan tahun 2002 lalu.

“Di kami, jam 15 sampai 16 tercatat pasangnya sudah 210 cm. Ini menjadi pasang tertinggi sepanjang kami pernah melakukan pengamatan dari tahun pengamatan 2002. Jadi, 20 tahun kami mengamati pasang itu ini yang paling tinggi,” kata Retno.

BACA JUGA: Banjir Rob Terjang Pesisir Indramayu, Rendam Objek Wisata hingga Permukiman Warga

Retno pun mengatakan banjir Rob ini juga diperparah adanya tanggul pelabuhan yang jebol. “Kemarin di Pelabuhan terkonfirmasi adanya tanggul yang jebol. Di sisi PT Lami Citra.”

“Nah itu menimbulkan luapan dari air laut yang luar biasa ke pelabuhan sehingga area pelabuhan itu tergenang air antara setengah meter sampai satu setengah meter,” paparnya.

Tanggul jebol ini, kata Retno juga merupakan kondisi lingkungan memperparah banjir rob yang tidak tahan terhadap pasang dan gelombang tinggi.

“Sehingga ketahanan tanggul pembatas antara pelabuhan dengan laut tidak kuat dan akhirnya jebol. Kemudian terjadi bencana seperti ini,” paparnya.

Retno mengatakan pihaknya memprakirakan potensi pasang tinggi yang bisa menyebabkan banjir rob akan terjadi hingga 25 Mei mendatang. “Kami memprakirakan sampai tanggal 25 dikarenakan pasang tinggi itu sampai tanggal 25 dan juga masih ada potensi gelombang tinggi sampai tanggal 25.”

“Jadi kami sudah merilis peringatan gelombang tinggi sampai tanggal 25. Tapi untuk pasangnya akan kami update lagi,” katanya.

Meski begitu, Retno mengatakan saat ini kondisi banjir robnya sudah menurun. “Tapi kalau ada gelombang lebih tinggi lagi bisa memicu lagi. Tapi ini sementara updatenya untuk tanggal 25 siang sudah sudah menurun.”

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini