Share

Menuju Jakarta Kota Global

Opini, Okezone · Senin 23 Mei 2022 21:37 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 23 337 2599057 menuju-jakarta-kota-global-mV0FpoVMbn.jpg Qusyaini Hasan. (Foto: Istimewa)

KOTA Jakarta terus menjejakkan kakinya di kancah global. Pesatnya kemajuan kota seiring dengan perkembangan teknologi membuat Jakarta terus melangkah jauh dan menyiapkan diri menjadi kota modern yang sejajar dengan kota-kota besar lainnya di dunia.

Berdasarkan penelitian Eden Strategy Institute, pada 2018, Jakarta menjadi satu-satunya kota di Indonesia yang masuk dalam Top 50 Smart City dari 140 kota dunia. Melalui konsep pembangunan kota cerdas atau smart city, kota Jakarta terus mengepakkan sayapnya dan menyapa mancanegara.

Smart city adalah sebuah paradigma pembangunan yang bertujuan menyelesaikan masalah perkotaan dan pengaturan sumber daya perkotaan secara efisien dengan bantuan teknologi. Karena itu, yang sedang dibangun di Jakarta bukan hanya tentang aplikasi/teknologinya saja, tapi berorientasi pada upaya menjawab kebutuhan warganya.

Hingga saat ini Jakarta menjadi yang terdepan dalam berbagai matriks penilaian smart city di Indonesia, sehingga pengembangannya setara kota-kota global lain di dunia. Penilaian diambil dari berbagai aspek antara lain, seperti visi kota, komitmen kepemimpinan, komitmen anggaran, insentif finansial, kualitas SDM, dukungan program, ekosistem inovasi, kebijakan, dan rekam jejak.

Sebagai kota besar, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tercatat telah menjalin kerja sama sister city dengan 21 kota di dunia. Kerja sama tersebut terjalin sejak 1979 yang diawali dengan Kota Jeddah. 21 kota di dunia yang telah bekerja sama sister city dengan Pemprov DKI Jakarta terdiri dari Jeddah, Seoul, Islamabad, Rotterdam, Tokyo, Los Angles, Casablanca, Beijing, Arkansas, Berlin, New South Wales, Paris, Bangkok, Hanoi, Istanbul, Maputo, Kyiv, Moskow, Al Qud's As Shareef atau Jerusalem, Pyongyang, hingga Budapest.

Bentuk-bentuk kerja sama sister city yang telah dijalin selama ini seperti manajemen penataan perkotaan, pertukaran kebudayaan, hingga pengelolaan limbah. Kerja sama tersebut diyakini dapat membuat DKI Jakarta makin maju dan terus berkembang.

Kerja sama dengan sister city ini terus diperkuat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan mengadakan kunjungan kerja ke sejumlah negara Eropa, pada (10/5/2022). Dalam kunjungan tersebut, Anies membahas kerja sama pembangunan Moda Raya Terpadu (MRT), memenuhi undangan dari komunitas di kawasan itu, serta membahas kerja sama dalam hal mobilitas dan transportasi.

Dipaparkan pula rencana masa depan pembangunan Jakarta berbasis transportasi publik dan berorientasi transit. Keyakinan Anies bahwa persoalan utama transportasi di Ibu kota ialah pembangunannya yang berorientasi pada kendaraan roda empat, memang ada benarnya. Menurutnya, saat ini dan ke depannya ia dan jajaran di Pemprov DKI Jakarta akan mengubah paradigma tersebut menjadi transit oriented development.

Upaya penataan kembali transportasi publik di Jakarta memang terus digenjot dalam empat tahun terakhir. Di dalamnya meliputi restrukturisasi ulang transportasi publik di Jakarta, peraturan zona pembangunan, serta tata kota untuk merefleksikan pendekatan berbasis kawasan berorientasi transit.

"Kami ingin membangun sistem transportasi publik yang dapat mencakup seluruh area di Jakarta yang terintegrasi satu sama lain serta terjangkau," kata Anies dalam roundtable discussion 'Building Sustainable MRT Jakarta East West Corridor di Inggris, di depan delapan perusahaan besar Inggris, di antaranya Crossrail International, XRail Group, Arup, Colas Rail, BDP, Alstom, Mott MacDonald, dan Standard Chartered Bank yang turut didampingi oleh UK Export Finance dan Departemen Perdagangan Internasional Inggris.

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut kunjungan Secretary of State for International Trade the Rt Hon Anne-Marie Trevelyan MP pada Februari 2022. Saat itu, Menteri Trevelyan berjanji akan memfasilitasi pertemuan antara Pemprov DKI Jakarta dan pelaku industri perkeretaapian di Kerajaan Inggris.

Di Paris, Prancis, Anies melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) MRT Jakarta dengan dua perusahaan industri perkeretaapian ternama milik Prancis. Pertama, Alstom terkait kerja sama Solusi Sistem Perkeretaapian yang mencakup skema pengadaan rolling stock, sinyal, infrastruktur serta layanan MRT Jakarta. Alstom adalah perusahaan Prancis yang membuat TGV, kereta cepat pertama di Eropa.

Kedua, bersama Thales terkait Solusi Teknologi Integrasi Sistem Pertiketan. Thales merupakan perusahaan teknologi yang terlibat dalam memodernisasi sistem persinyalan kereta bawah tanah London Underground dan kereta cepat Turki. “Kita semua menghadapi krisis iklim yang sama, perlu kerja kolaborasi. Sesuai Paris Agreement, Jakarta berkomitmen mengurangi emosi gas rumah kaca hingga 30% pada 2030. Tantangan terbesar kita adalah mengubah paradigma mobilitas dari car oriented development menjadi transit oriented development di sebuah kota yang hampir berumur 500 tahun ini,” ujar Anies.

Anies mengajak publik untuk berpikir jauh ke depan, mendorong perubahan yang lestari dan berkelanjutan. Dalam hal ini, MRT Jakarta akan menjadi tulang punggung dari perubahan mobilitas di Jakarta. “Sebagai kota yang baru memulai MRT dibanding kota-kota metropolis dunia lainnya, kerja sama dibutuhkan, kita ingin bertukar pengalaman dan gagasan dari kota-kota dunia yang sudah lebih dulu mengadopsi sistem mobilitas lestari, seperti Paris,” ujarnya.

Tak hanya di dunia usaha, kolaborasi dikembangkan juga di kalangan lembaga swadaya masyarakat di Paris. Sebagai kota megapolitan terbesar di belahan selatan dunia senantiasa menghadapi berbagai tantangan dalam berbagai aspek perkotaan, mulai dari infrastruktur sampai kesehatan. “Karena itu kita mengundang partisipasi semua pihak, termasuk dunia usaha dan NGO, untuk ikut berkontribusi dalam memberikan solusi bagi warga Jakarta,” ujar Anies.

Atas semangat itu, ketika di Paris ia memenuhi undangan pertemuan dari beberapa pihak yang ingin menjajaki peluang kolaborasi, seperti Danone International, yang mendiskusikan tentang misi Danone international untuk memerangi stunting dan krisis nutrisi global. Danone juga bertukar pikiran tentang upaya Danone dan Jakarta dalam menghadirkan pertumbuhan yg inklusif dan manajemen sampah perkotaan.

Anies juga memenuhi undangan European Investment Bank (EIB) dan sekaligus berdiskusi serta melakukan penjajakan kerja sama dengan para pejabat EIB. Pertemuan ini juga mendiskusikan visi pembangunan Jakarta dan menjajaki potensi kerja sama pembiayaan untuk berbagai infrastruktur publik di Jakarta.

Sebagai pusat aktivitas dan ekonomi nasional, Jakarta memiliki tugas besar untuk menjaga keberlangsungan pembangunan infrastruktur yang krusial bagi masyarakat, seperti transportasi, pengolahan sampah, ruang ketiga, dan penyediaan air bersih. Karena itu, hadirnya infrastruktur berkelas dunia dan pelayanan kota yang profesional tidak hanya menjadi manfaat bagi warga Jakarta, tetapi seluruh warga Indonesia dan bahkan dunia yang beraktivitas di Jakarta.

Konsekuensi logis ini harus diterima saat Jakarta memainkan peran penting di kancah global. Jakarta memilih untuk ikut ambil tanggung-jawab untuk bekerja bersama seluruh umat manusia demi menyelamatkan planet bumi dengan kebijakan dan langkah konkret untuk mengurangi efek rumah kaca, salah satunya lewat pembangunan transportasi umum ramah lingkungan.

Inilah visi Anies tentang Jakarta terkait transportasi, pembangunan yang berkeadilan, dan aksi dalam menangani krisis iklim. Ia percaya bahwa visi kota yang tegas dan jelas, manajemen profesional, dan komitmen pemerintah serta masyarakat kota yang tinggi, selalu menjadi kunci dalam meyakinkan pihak-pihak untuk membiayai dan mewujudkan pembangunan insfrastruktur utama kota.

Jelang HUT ke-495, Jakarta terus menorehkan capaian-capaian baru di tingkat internasional. Selain berbagai kolaborasi dengan sister city, Jakarta juga menjadi tuan rumah ajang balap mobil listrik bergengsi Formula E pada 4 Juni 2022. Ini artinya, Jakarta menjadi pemain utama di Asia dalam mempromosikan transisi energi dalam menekan emisi karbon.

Qusyaini Hasan

Penulis adalah pemerhati sosial perkotaan

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini