Share

Ini yang Dilakukan KPU untuk Cegah Peretasan di Aplikasi Pemilu

Felldy Utama, iNews · Minggu 22 Mei 2022 15:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 22 337 2598302 ini-yang-dilakukan-kpu-untuk-cegah-peretasan-di-aplikasi-pemilu-iQpidw4n0z.jpg Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan sejumlah persiapan dalam rangka rencana penggunaan aplikasi berbasi teknologi informasi sebagai alat bantu pelaksanaan tahapan Pemilu 2024. Salah satu yang dipersiapkan yakni menguji keamanan server daripada sistem-sistem tersebut.

Diketahui, sejumlah aplikasi yang direncanakan bakal digunakan KPU seperti sistem informasi partai politik (Sipol), sistem informasi pencalonan (Silon), sistem data pemilih (Sidalih) hingga sistem rekapitulasi suara (Sirekap).

"Kemarin pada saat fungsional testing, kami bertanya kepada pihak ITB, mohon dijelaskan berkaitan dengan fairwall, ini cyber security nya aplikasi ini bagaimana? Pihak ITB menjamin firewall nya bagus, nanti di dalam ekspos akan kita perkenalkan kepada publik," kata Anggota KPU RI, Idham Holik dalam acara yang digelar Kode Inisiatif secara daring, Minggu (22/5/2022).

Idham mengakui, salah satu tantangan penyelenggara Pemilu adalah bagaimana meningkatkan kualitas dari aplikasi-aplikasi yang akan digunakan di tengah maraknya aksi peretasan atau hacker belakangan ini. Peretasan ini, kata dia, dilakukan dengan sengaja atas niat jahat agar demokrasi di Indonesia tidak maju.

Menurut dia, kasus peretasan ini juga terjadi di negara lain. Semisal, pada Pemilu di Filipina beberapa waktu lalu. Idham mengatakan, lebih dari 20 ribu aksi peretasan dilakukan oknum yang menyerang kepada KPU nya Filipina.

"Tentunya, hal ini juga harus kita antisipasi di Indonesia. Jangan sampai nanti penggunaan Sipol, Silon, Sirekap ini dengan mudah diterobos atau ditembus oleh para hacker oleh mereka yang memiliki niat jahat," ujarnya.

Untuk memastikan keamanan daripada aplikasi ini, KPU juga akan memperkuat kerja sama dengan sejumlah pihak yang memiliki wewenang atau orotitas terkait.

Tentunya nanti semua aplikasi yang akan kami gunakan ini kami sertifikasi keamanannya ke lembaga yg otoritatif dalam hal ini BSSN dan Kementerian informasi dan komunikasi. Sehingga aplikasi ini aman dari aksi peretasan," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini