Share

Kendaraan Tanpa Awak Bakal Jadi Transportasi Publik di IKN

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Jum'at 20 Mei 2022 17:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 20 337 2597555 kendaraan-tanpa-awak-bakal-jadi-transportasi-publik-di-ikn-oXiYGNWIM3.jpg Kepala Otorita IKN, Bambang Susantono (foto: tangkapan layar)

JAKARTA – Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Bambang Susantono mengungkapkan bahwa kendaraan otonom (autonomous vehicle) akan menjadi tulang punggung transportasi publik di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Menurutnya, kendaraan tanpa awak akan menjadi bagian penting sistem transportasi di IKN yang turut menawarkan mobilitas sebagai layanan kepada warga.

“Kami ingin memiliki rute sesuai permintaan dan dinamis dari mobil tanpa awak kami daripada sistem bus yang terjadwal dengan rute tetap,” ujar Bambang Susantono dalam keterangannya, Jumat (20/5/2022).

Bambang menjelaskan, bahwa kehadiran kendaraan otonom tersebut bertujuan untuk menciptakan mobilitas perkotaan yang lebih aman dan efisien, menghilangkan kemacetan dan emisi gas rumah kaca. Serta menyediakan mobilitas bagi penyandang disabilitas dan kebutuhan khusus.

Saat ini, Otorita Ibu Kota Nusantara sedang mengembangkan masterplan kota pintar Nusantara yang mencerminkan teknologi mutakhir, dengan fokus pada inovasi dan menciptakan ekosistem yang akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Intelligent Transport System adalah salah satu fitur terpenting di kota pintar. Kami akan mengembangkan ITS yang mengimplementasikan IoT, menggunakan big data, dan menerapkan AI sebagai tulang punggung sistem. Kami bekerja sama dengan ITS Asia Pasifik, pusat keunggulan di universitas di seluruh dunia, dan industri dalam hal ini,” kata Bambang.

Pendiri dan mantan Presiden Intelligent Transport System (ITS) Indonesia itu, juga menyampaikan bahwa perkembangan teknologi dan inovasi akan memainkan peran penting.

"Tidak hanya dalam mengembangkan kota pintar sebagai salah satu solusi tantangan perkotaan, tetapi juga dalam menciptakan model baru pengelolaan kota masa depan yang terhubung secara digital yang layak secara ekonomi, diinginkan secara sosial, dan berkelanjutan secara lingkungan," pungkasnya.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini