Share

UAS Ditolak Masuk Singapura, Wamenag: Tak Perlu Dibesar-besarkan

Widya Michella, MNC Media · Jum'at 20 Mei 2022 15:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 20 337 2597443 uas-ditolak-masuk-singapura-wamenag-tak-perlu-dibesar-besarkan-XzrYSPVzCs.jpg UAS (Foto: Instagram)

JAKARTA - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid menyebut sikap Singapura yang tak memberikan izin masuk kepada Ustaz Abdul Somad (UAS) merupakan hal biasa dan tidak perlu dibesar-besarkan.

Kata dia, pejabat negara lainnya seperti Prabowo Subianto dan mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantio juga pernah mengalami hal serupa.

"Saya merasa ikut prihatin atas kejadian yang menimpa UAS yang ditolak masuk ke Singapura oleh pihak imigrasi. Saya kira masih banyak kejadian serupa yang menimpa warga negara Indonesia lainnya, jadi menurut saya hal biasa dan tidak perlu dibesar-besarkan," kata Zainut dalam keterangan tertulisnya, Jumat (20/05/2022).

Wamenag mencontohkan kejadian serupa misalnya Pak Prabowo yang pernah tidak diizinkan masuk ke Amerika Serikat (AS) sewaktu ingin menghadiri kelulusan putranya di Boston pada tahun 2000.

Lalu hal yang sama juga pernah diterima mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantio yang ingin masuk ke AS pada 2017 silam.

Baca juga: Dituding Ekstremis dan Ditolak Singapura, Warga Pekanbaru Demo Bela UAS Hari Ini

Lebih lanjut, Wamenag menyampaikan petugas imigrasi di berbagai negara termasuk Indonesia juga memiliki otoritas untuk menolak atau menerima warga asing untuk masuk wilayah suatu negara.

Misalnya Indonesia melalui pihak Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus TPI Bandara Soekarno Hatta selama tiga bulan terakhir dari bulan Januari - Maret 2022 telah melakukan penolakan masuk 234 warga negara Asing (WNA) dari berbagai negara dengan berbagai alasan.

Baca juga: Ditolak Singapura, UAS Blakblakan soal Dakwah yang Disiarkannya

"Beragam alasan penolakan warga negara asing masuk ke suatu negara selain alasan keimigrasian, misalnya karena masuk dalam daftar cekal, paspor rusak atau palsu, tidak kooperatif, mengganggu ketertiban umum dan lain sebagainya," kata dia.

Dengan demikian, dirinya mengajak masyarakat untuk membangun sikap hidup yang lebih terbuka dan toleran agar tidak selalu dihantui perasaan curiga dan syak wasangka yang berlebihan.

Menurutnya, ajaran Islam juga mengajarkan bahwa umat Islam harus menjauhi prasangka, sebab sebagian prasangka adalah dosa.

"Jadi menurut saya masalah pencekalan terhadap UAS meskipun kita ikut prihatin terhadap kejadian tersebut namun sebaiknya kita tetap bersikap proporsional, tidak perlu emosi yang berlebihan," kata dia.

Wamenag meminta, masyarakat tidak mengaitkan masalah tersebut dengan intervensi politik negara, misal seperti menyebut "pesanan Jakarta". Sebab hal tersebut sangat tidak relevan dan tidak beralasan.

"Akan lebih bijak jika kita melakukan muhasabah untuk mengambil hikmah dan pelajaran dari peristiwa tersebut," ujarnya.

Baca juga: UAS Ditolak Masuk Singapura, Mahfud MD: Secara Diplomatik Kita Jernihkan Masalah Ini

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini