Share

HUT Ke-57 Lemhannas, Andi Widjajanto Paparkan Narasi Geopolitik 5.0

Tim Okezone, Okezone · Jum'at 20 Mei 2022 14:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 20 337 2597361 hut-ke-57-lemhannas-andi-widjajanto-paparkan-narasi-geopolitik-5-0-hxLBsDCzax.jpg Andi Widjojanto

JAKARTA - Gubernur Lemhannas RI, Andi Widjajanto membawakan orasi ilmiah dengan “judul Geo V” sebagai rangkaian peringatan HUT ke-57 Lemhannas RI di ruang Dwiwarna Purwa pada 19 Mei 2022.

“Geopolitik 5.0 atau ‘Geo V’, dibaca five tapi juga dibaca V yang bermakna ‘victory’. Victory atau kemenangan untuk memastikan kemenangan kita menuju 2045,” kata Andi WIdjajanto, dalam siaran pers.

Ia menyebutkan, proyeksi geopolitik ini diperlukan untuk memosisikan Indonesia sebagai kekuatan regional pada 2045.

“Narasi Geo V dirumuskan dengan satu tujuan yakni menegaskan lompatan strategis yang harus dilakukan Indonesia di lima ranah pertarungan, yaitu demokrasi, ekonomi hijau, ekonomi biru, transformasi digital, serta pembangunan Ibu Kota Nusantara,” tutur Andi.

Lompatan ini penting dilakukan agar kapasitas Indonesia untuk melakukan proyeksi geopolitik bisa meningkat tajam dari kapasitas yang ada saat ini menuju kapasitas Geo V yang menempatkan Indonesia menjadi kekuatan regional di tahun 2045.

Paparan orasi ini dikemas secara khusus dengan bentuk paparan menyajikan tayangan visual membahas geopolitik dunia dan nasional. Pemaparan dibagi dalam tiga babak, babak pertama memaparkan kajian pustaka geopolitik yakni hegemoni kekaisaran, pemikiran geopolitik Jerman dan Amerika Serikat, pertarungan antara hegemoni dan universalistik, kepemilikan sumber daya, dan literatur geopolitik V. Pada bab 2 dibahas mengenai evolusi geopolitik nasional serta pada bab 3 dibahas mengenai proyeksi geopolitik 2045.

Sebelum memulai lompatan strategis menuju Geo V, Indonesia perlu melakukan napak tilas konseptual dan menelusuri ulang jejak sejarah.

“Kita kembali ke 20 Mei 1965 yang ditetapkan sebagai titik nol Lemhannas. Di titik nol tersebut, Bung Karno menyampaikan gagasan strategis arah gerak Indonesia di tengah pertarungan keras ideologi antara Blok Barat melawan Blok Timur di era Perang Dingin,” kata Andi dalam paparannya.

Lemhannas dibentuk sebagai sekolah Geopolitik. Sekolah yang mempelajari interaksi antara geografi dan politik. Sekolah yang mengkaji bagaimana di lingkup geografis tertentu, terjadi pertarungan kekuatan politik keras. 57 tahun berlalu, Lemhannas terus berusaha menjalankan mandat Bung Karno untuk menempatkan Indonesia sebagai negara utama di Asia Tenggara, Asia Timur, Indo Pasifik, dan Dunia. 57 tahun berlalu, Lemhannas berupaya agar kajian-kajian geopolitik yang diserahkan ke Presiden tetap relevan untuk mengantisipasi kemunculan Perang Generasi V. Sekarang, Lemhannas harus melakukan transformasi institusional agar tetap relevan untuk menawarkan rekomendasi-rekomendasi kebijakan tentang proyeksi Geopolitik 5.0.

Mayjen MS Fadhilah: Kepemimpinan solid diperlukan Indonesia untuk lewati krisis setelah pandemi Covid-19

Pasca pandemi Covid-19, Indonesia membutuhkan kepemimpinan yang solid. “Kepemimpinan yang solid dengan visi yang jelas sangat diperlukan untuk mengambil peluang agar bisa melewati krisis setelah pandemi ini,” kata Wakil Gubernur Lemhannas RI, Mayjen TNI Mohamad Sabrar Fadhilah. Hal ini disampaikan mengingat dampak dari Pandemi Covid-19 telah mengubah tatanan politik baru dunia. “Hal ini ditandai dengan munculnya beberapa kebijakan pemerintah yang terjadi dalam jangka panjang akan berdampak pada ketahanan nasional sebuah negara,” lanjut Mayjen Fadhilah.

Tema transformasi Lemhannas RI tentang ketahanan nasional era geopolitik 5.0 sangat relevan apabila dikaitkan dengan perkembangan lingkungan strategis, yang ditandai dengan adanya persaingan yang semakin ketat disertai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin maju yang mau tidak mau menuntut sebuah negara untuk beradaptasi sesuai dengan tuntutan zamannya.

“Krisis ini juga memaksa banyak pihak mengkalibrasi hubungan internasionalnya. Namun di saat yang bersamaan dengan semakin besarnya pengaruh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi ketiadaan interaksi fisik cenderung mendisrupsi cara hidup termasuk geopolitik suatu negara,” kata mantan Kapuspen TNI tersebut.

Lemhannas RI sebagai organisasi yang menganut manajemen modern mengembangkan kepemimpinan strategis berbasis ketahanan nasional menuju era geopolitik 5.0. “Kita melakukan quantum leap, mengakomodasi semua masyarakat dan kepentingan layanan publik menuju masyarakat 5.0,” lanjut Mayjen TNI Fadhilah.

Untuk itu diperlukan kepemimpinan ideal di dalam menyongsong kehidupan di era baru kepemimpinan negara yang ideal adalah kepemimpinan negara yang mencerminkan adanya universal yang memperjuangkan segala hak rakyatnya, demokrasi dan berkeadilan sosial. Dengan adanya kepemimpinan strategis berbasis ketahanan nasional diharapkan Indonesia memiliki visi bersama untuk sama-sama mewujudkan Indonesia yang jauh lebih baik di tahun 2045.

Selain orasi ilmiah, pada waktu bersamaan Lemhannas RI juga melakukan peluncuran 57 buku karya alumni Lemhannas RI. “Tidak hanya 57 buku, tapi sebenarnya lebih. Angka 57 ini mencocokan dengan peringatan HUT ke-57 Lemhannas RI,” lanjut Mayjen TNI Fadhilah. Melalui orasi ilmiah dan peluncuran buku Lemhannas RI mampu melahirkan ide-ide segar dan pemikiran yang strategis dalam membangun negeri guna terciptanya Indonesia emas yang maju berdaya saing adil dan sejahtera. Buku-buku ini adalah buah karya dari 34 penulis yang merupakan keluarga besar Lemhannas RI, terdiri dari Tenaga Pengajar, Tenaga Pengkaji, Tenaga Profesional, staf, peserta PPRA 63, alumni pendidikan, dan IKAL Kebangsaan.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Staf TNI Angkatan Laut periode 2012-2014 Laksamana TNI (Purn) Prof. Dr. Marsetio, S.I.P., M.M., Wakil Gubernur Lemhannas RI periode 2019-2022 Marsdya TNI (Purn) Wieko Syofyan, Kasum TNI Letjen TNI Eko Margiyono, Wakil KASAD Letjen TNI Agus Subiyanto, Wakil KASAL Laksdya TNI Ahmadi Heri Purwono, Asisten Personel KASAU Marsda TNI Elianto Susetio, Wakil Kalemdiklat Polri Irjen Pol Dr. Eko Budi Sampurno, M.Si., Wakil Ketua Umum I IKAL Dr. Ir. Mustafa Abubakar, M.Si., Sekretaris Utama Lemhannas RI Komjen Pol. Drs. Purwadi Arianto, M.Si., Deputi Pendidikan Pimpinan Tingkat Nasional Mayjen TNI Sugeng Santoso, S.I.P., Deputi Pengkajian Strategis Prof. Dr. Ir. Reni Mayerni, M.P., Deputi Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Laksda TNI Prasetya Nugraha, S.T., M.Sc.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini