Share

Presiden Jokowi Akan Berikan Perlindungan bagi Tenaga Kerja Formal dan Informal

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Jum'at 20 Mei 2022 13:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 20 337 2597257 presiden-jokowi-akan-berikan-perlindungan-bagi-tenaga-kerja-formal-dan-informal-XbR0O46d7l.jpg Presiden Joko Widodo (foto: dok biro pers)

JAKARTA - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Abraham Wirotomo mengatakan, adanya instruksi langsung dari Presiden Joko Widodo terkait optimalisasi Jaminan Ketenagakerjaan, diharapkan dapat menghindarkan ahli waris atau keluarga dari para pekerja hidup miskin bila terjadi sesuatu misalnya kecelakaan kerja.

Abraham menjelaskan, untuk menghindari keluarga pekerja atau ahli waris terjerumus kemiskinan ekstrem, pemerintah melakukan optimalisasi pelaksanaan program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek), yang diatur dalam Inpres No 2/ 2021.

"Presiden Joko Widodo konsisten memiliki komitmen kuat memberi perlindungan kepada buruh dan tenaga kerja baik formal maupun informal," kata Abraham, usai menghadiri pembayaran klaim Jamsostek secara simbolik, di Bandung, Jawa Barat, Jum'at (20/5/2022).

 BACA JUGA:Hari Kebangkitan Nasional, Jokowi : Tidak Boleh Ada yang Tertinggal

Abraham mengungkapkan, pemerintah melalui Kantor Staf Presiden, Kemenko PMK, dan Setkab, saat ini terus mendorong percepatan kepesertaan Jamsostek, untuk pekerja formal maupun informal. Ia menyebut, ditargetkan pada 2024, jumlah kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan mencakup 74 persen untuk pekerja formal, dan 25 persen untuk pekerja informal.

"Untuk mencapai itu, Instruksi Presiden menugaskan Gubernur dan Bupati/Walikota agar mendorong seluruh pekerja di wilayahnya menjadi peserta program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan," ujarnya.

 BACA JUGA:Usai Bolehkan Warga Lepas Masker, Jokowi Akan Hilangkan Travel Bubble

Sementara itu, BPJS Ketenagakerjaan Provonsi Jawa Barat sudah membayarkan klaim senilai Rp 2,4 Triliun. Pembayaran tersebut dilakukan untuk 210.805 klaim, yang diajukan selama bulan Januari - April 2022.

Salah satu keluarga atau ahli waris penerima manfaat adalah Ida Farida. Berkat kepesertaan Jamsostek suaminya, yakni Kuswandiana sejak tahun 1992, Ida menerima pembayaran klaim senilai Rp 581 juta lebih.

"Sangat bersyukur, akan digunakan untuk biaya kuliah anak dan memulai usaha sembako kecil-kecilan,” kata Ida, usai menerima pembayaran klaim secara simbolik dari BPJS Ketenagakerjaan Jawa Barat.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini