Share

Pekan Depan, DPR dan Menkes Bahas Hepatitis Misterius

Kiswondari, Sindonews · Kamis 19 Mei 2022 20:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 19 337 2597030 pekan-depan-dpr-dan-menkes-bahas-hepatitis-misterius-3I38i1iGYF.jpg Illustrasi (foto: dok Okezone)

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi IX DPR, Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan bahwa Komisi IX DPR akan melaksanakan Rapat Kerja (Raker) bersama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan lembaga terkait, guna membahas Hepatitis akut misterius pada Senin 23 Mei 2022.

Hal ini disampaikan Melki dalam Dialektika Demokrasi yang bertajuk “Hepatitis Akut Mengancam, Bagaimana Antisipasinya?” bersama narasumber lainnya yakni Anggota Komisi IX DPR Rahmad Handoyo dan Sekretaris Ditjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes Siti Nadia Tarmizi di Media Center DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (19/5/2022).

“Pertama, kami di Komisi IX minggu depan kami akan membahas ini bersama dengan Kemenkes, hari Senin (23/5), Komisi IX sudah memutuskan untuk mengundang Kementerian kesehatan dan pihak terkait untuk soal hepatitis akut ini dibahas dalam rapat kerja dengan Komisi IX,” kata Melki.

 BACA JUGA:Dinkes DKI Sebut Belum Perlu PJJ saat Kasus Hepatitis Akut Misterius Masih Terkendali

Sehingga, kata Melki, dalam Raker tersebut, Komisi IX DPR dapat mendengarkan mengenai berbagai pihak yang memiliki otoritas guna menjelaskan mengenai Hepatitis akut misterius ini. Karena pihaknya ingin pemerintah mengantisipasi sedini mungkin.

“Karena ini seperti kurang lebih mirip dengan kejadian pada saat Covid awal, macam mana kita baru berpengalaman di Covid-19 dan sekarang kita masuk di hepatitis akut dan mudah-mudahan kita lebih awal antisipatif dengan kejadian ini,” ujarnya.

 BACA JUGA:Banyak Kasus Diduga Hepatitis Akut di Jakarta, Wagub Ariza: Penduduknya Padat

Menurut politikus Partai Golkar ini, Indonesia sendiri sekarang ini masih pada fase awal mengenali jenis penyakit Hepatitis akut misterius ini, dan melihat perkembangan dunia dan juga Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun sampai hari ini belum ada penjelasan yang cukup jelas tentang jenis penyakit ini.

“Karena posisi kita masih meraba-raba, tentu yang paling penting adalah pencegahan sebenarnya, karena itu yang paling mungkin, pencegahan bagaimana memastikan agar 2 jalur masuknya penyebab penyakit ini, itu jangan sampai mengakhiri anak-anak kita. Terkena pada anak-anak, ponakan, kerabat ataupun tetangga kita yang memang masih kategori anak-anak yang bisa terkena penyakit ini,” paparnya.

Namun, Melki melanjutkan, berdasarkan keterangan dari WHO dan Kemenkes, penyakit ini rentang menyerang anak usia 1 bulan sampai 16 tahun. Sehingga, langkah antisipasinya adalah bagaimana agar saluran pernapasan dan saluran pencernaan anak ini aman dari infeksi penyakit ini, menjaga kebersihan, mencuci tangan, menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Edukasi ini yang harus terus diinformasikan kepada masyarakat.

“Yang paling penting hari ini bukan persoalan kebijakan pemerintah, bukan soal kami di parlemen, tetapi soal yang paling penting adalah edukasi yang kuat ini yang membuat baik pribadi-pribadi maupun keluarga dan lingkungan paling dekat atau komunitas paling dekat, itu harus betul-betul menjadi basis pertahanan dari penyakit ini,” tandas legislator Dapil Nusa Tenggara Timur (NTT) I ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini