Share

Irjen Napoleon ke M Kece: Nanti Keluarga Kamu Saya Bunuh Semua!

Ari Sandita Murti, Sindonews · Kamis 19 Mei 2022 17:38 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 19 337 2596920 irjen-napoleon-ke-m-kece-nanti-keluarga-kamu-saya-bunuh-semua-CpoNr8l2PU.jpg Sidang M Kece kasus penganiayaan (foto: dok MPI)

JAKARTA - M Kece menceritakan kronologis penganiayaan yang dialaminya oleh Irjen Napoleon Bonaparte dalam sidang dugaan kasus penganiayaan di PN Jakarta Selatan, Kamis (19/5/2022). Bahkan, dia juga mengaku diancam oleh Napoleon saat itu kalau keluarganya akan dihabisi.

Pernyataan itu disampaikan Kece saat menceritakan kronologis penganiayaan yang dialaminya dahulu. Kece tidur di atas tikar usai babak belur dihajar Napoleon dan terdakwa lain, pada 26 Agustus 2021 dini hari hingga akhirnya dia terbangun pada pukul 15.00 WIB.

 BACA JUGA:4 Fakta Sidang Penganiayaan M Kece oleh Irjen Napoleon, Ada Anggota FPI yang Terlibat

Kece diminta keluar dari kamar tahanan nomor 11 untuk menghadap ke ruang penyidik. Adapun Kece hendak diperiksa sebagai tersangka kasus penodaan agama, dan saat hendak menuju ruang penyidik, Kece kembali bertemu dengan Napoleon.

Namun, Jaksa Penuntut Umun (JPU) gagal menunjukkan rekaman kamera CCTV di ruang sidang karena permasalahan teknis. Dalam pengakuannya, Kece menyebut Napoleon kembali menghajar dirinya.

 BACA JUGA:Napoleon dan M Kece Debat di Ruang Sidang soal Handphone

"Saat mau keluar, saya dihajar lagi oleh terdakwa. Dihajar lagi. Saya dipukul lagi oleh terdakwa sekitar dua kali," ujar Kece di persidangan, Kamis (19/5/2022).

Mendengar pengakuan itu, JPU mencoba merinci dan bertanya apakah ada perbincangan atau kata-kata sebelum pemukulan terjadi. Kece menjawab jika Napoleon memberikan ancaman, sejumlah kalimat dia ucapkan di ruang siadang menirukan ucapan Napoleon saat itu.

"Kamu jangan macam-macam. Lanjut. Silakan. Saya Polri perwira aktif, saya polisi, anak buah saya banyak. Nanti keluarga kamu saya bunuh semua," tutur Kece.

Kece kembali diminta majelis hakim dan JPU untuk mereka ulang kejadian tersebut dalam beberapa gerakan. Satu anggota JPU maju ke depan dan bertindak sebagai model untuk membantu Kece mempraktikkan hal itu.

Kece menerangkan, sebelumnya dia dianiaya oleh para terdakwa di kamar tahanan nomor 11 dan dilumuri dengan kotoran manusia di wajahnya. Alhasil, dia pun mengepel ruang tahanan itu lantaran kotor dan bau kotoran dan saat tengah mengepel, datang terdakwa lainnya melakukan penganiayaan kembali padanya.

"Setelah itu yang dilakukan terdakwa karena situasi tempat itu bau, mereka pada keluar. Tidak lama pada masuk lagi ada yang bawa minyak wangi, saya langsung pel pakai kaus kuning," kata Kece.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini