Share

4 Tokoh Indonesia yang Pernah Ditahan di Penjara, Presiden dan Wapres Termasuk

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Jum'at 20 Mei 2022 05:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 19 337 2596882 4-tokoh-indonesia-yang-pernah-ditahan-di-penjara-presiden-dan-wapres-termasuk-B7Zggn9hiJ.jpg Presiden Sukarno pernah merasakan dinginnya penjara saat memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

JAKARTA - Tercapainya kemerdekaan negara Indonesia tidak lepas dari perjuangan tokoh-tokoh nasional yang memperjuangkannya. Sejak awal masa kolonial, pahlawan Indonesia dengan gagah berani berkorban hingga Sang Saka Merah Putih bisa berkibar tinggi. Tanpa rasa takut, peperangan demi peperangan untuk menumpas penjajah terus dilalui pahlawan Indonesia.

Di balik gigih dan sikap patriotisme terhadap negara, sejumlah tokoh Indonesia rupanya pernah mendekam di balik dinginnya jeruji besi. Alasannya beragam, baik menjadi tahanan politik hingga dianggap musuh oleh koloni. Bahkan saking lama diasingkan, sejumlah tokoh tidak sempat menghirup udara bebas karena telah lebih dulu mengembuskan napas terakhir. Berikut 4 tokoh Indonesia yang pernah dipenjara.

1. Soekarno

Soekarno, Presiden pertama Indonesia, dikenal sebagai sosok kharismatik. Ia juga memainkan peran penting dalam upaya kemerdekaan Indonesia. Namun, ia pernah diasingkan karena pemerintah kolonial menuduhnya menyebarkan propaganda terhadap kaum bumiputra. Selain itu, ia juga dianggap sebagai musuh yang berbahaya.

Soekarno mendekam di balik jeruji besi dari tahun 1929 hingga 1931, dari penjara Banceuy ke penjara Sukamiskin, Bandung. Namun tuduhan membuat perkumpulan yang membahayakan pemerintah kolonial tidak terbukti, Soekarno pun dibebaskan pada 31 Desember 1931.

2. Mohammad Hatta

Sikap Wakil Presiden kedua Indonesia ini begitu keras dan teguh. Hal ini juga tercermin dalam sikap politik Mohammad Hatta yang aktif di berbagai aktivitas politik hingga ia mendapat julukan “Godfather”. Perjalanan karier politik Bung Hatta kemudian menjadi alasannya dijebloskan ke penjara.

Saat masih mengenyam bangku perkuliahan, Hatta bahkan sudah sempat diasingkan di penjara Den Haag tahun 1927. Kemudian beberapa tahun setelahnya, ia kembali merasakan kurungan jeruji besi. Hingga 25 Februari 1934, Bung Hatta ditahan di penjara Glodok karena dianggap membahayakan Belanda jika dibiarkan terus beraktivitas.

3. Sutan Sjahrir

Sutan Sjahrir tersohor dengan perannya sebagai Perdana Menteri Indonesia pertama saat awal kemerdekaan. Ia juga menjadi Ketua Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BP-KNIP). Sjahrir lahir pada 5 Maret 1909 di Padang Panjang, Sumatera. Setelah tamat kuliah di Belanda, Sjahrir kembali ke Indonesia dan terjun di dunia politik.

Sepak terjang Sjahrir dengan Partai Nasional Indonesia Baru yang dikemudikannya menjadi ancaman bagi Belanda. Akibatnya, Sjahrir diasingkan pada 1934. Hingga 1942, Sjahrir hidup berpindah-pindah dalam pengasingan, yakni di Boven Digul, Banda Neira, dan Sukabumi. Pada 1962, Sjahrir dipenjarakan dengan alasan Partai Sosialis Indonesia besutannya terlibat dalam pemberontakan PRRI. Sjahrir wafat sebagai tahanan.

4. Tan Malaka

Tokoh Indonesia yang satu ini mempunyai nama asli Sutan Ibrahim. Tan Malaka merupakan nama semi bangsawan yang didapatkannya dari garis keturunan sang ibu. Semasa hidup, Tan Malaka selalu menyuarakan kebenciannya terhadap ketidakadilan dan kolonialisme yang kemudian membawanya ke jalan revolusi.

Suara Tan Malaka inilah yang lantas membuatnya sempat diasingkan beberapa kali. Lulusan sekolah guru pemerintah di Belanda ini keluar masuk penjara di Indonesia maupun luar negeri, seperti di Madiun hingga penjara Hongkong. Mendekam di balik jeruji besi tidak membuat Tan Malaka putus asa. Ia justru menulis berbagai karya sastra yang dianggap revolusioner.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini