Share

Berkas Penyidikan 5 Tersangka Fahrenheit Dilimpahkan ke Jaksa

Puteranegara Batubara, Okezone · Kamis 19 Mei 2022 16:18 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 19 337 2596850 berkas-penyidikan-5-tersangka-fahrenheit-dilimpahkan-ke-jaksa-eWg9Xymif0.jpg Illustrasi (foto: dok Okezone)


JAKARTA - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dit Tipideksus) Bareskrim Polri menyatakan, telah merampungkan berkas penyidikan kasus dugaan investasi bodong robot trading Fahrenheit untuk lima tersangka.

Kelima tersangka yang dilimpahkan tahap pertama ke pihak Kejaksaan yakni, HS, D, DBJ, ILJ dan MF. Pelimpahan itu dilakukan pada 18 Mei 2022.

"Telah dilakukan pengiriman berkas perkara (tahap I) kepada JPU terhadap 5 tersangka," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Gatot Repli Handoko kepada awak media, Jakarta, Kamis(19/5/2022).

 BACA JUGA:Polisi Sita Rekening Senilai Rp70 Miliar Terkait Kasus Fahrenheit

Menurut Gatot, dalam perkara ini, setidaknya sebanyak 1.418 orang mengalami kerugian. Dari hasil pengitungan kerugian yang dialami senilai Rp. 555.130.963.497.

"Korban yang mengalami kerugian dalam kasus ini sebanyak 1.419 orang, dengan total kerugian sebesar Rp. 555.130.963.497," ujar Gatot.

 BACA JUGA:Polisi Geledah Rumah 2 Tersangka Investasi Bodong Fahrenheit yang Kabur ke Luar Negeri

Diketahui, terkait kasus Fahrenheit polisi menetapkan 10 orang sebagai tersangka. Mereka adalah, D, ILJ, DBC, MF, HA, FM, WR, BY, HD dan HS.

Ke-10 tersangka itu digabungkan setelah adanya pelimpahan perkara Fahrenheit dari Polda Metro Jaya ke Dit Tipideksus Bareskrim Polri. Dalam hal ini, lima orang telah dilakukan penahanan diantaranya adalah Hendry Susanto yang merupakan Direktur di PT FSP Akademi Pro. Serta, D, ILJ, DBC, dan MF.

Kemudian lima orang lainnya, HA, FM, WR, BY dan HD namanya telah diajukan untuk masuk ke dalam Red Notice, lantara disinyalir telah kabur keluar negeri.

PT. FSP Akademi Pro menawarkan aplikasi robot trading Fahrenheit dengan cara menjual dan memasarkan barang yang tidak tercantum dalam program pemasaran yang disetujui oleh Kementerian Perdagangan, dengan menggunakan marketing plan yang tidak sesuai dengan aturan Kemendag.

Bonus penjualan robot dari level 1 sampai dengan Level 10. Bonus peringkat dengan bonus berupa logam mulia sampai dengan mobil Mercedes Benz

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini