Share

Ditolak Singapura, UAS Blakblakan soal Dakwah yang Disiarkannya

Muhammad Farhan, MNC Portal · Kamis 19 Mei 2022 11:24 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 19 337 2596592 ditolak-singapura-uas-blakblakan-soal-dakwah-yang-disiarkannya-VgF73tnxes.jpeg Ustadz Abdul Somad. (Foto: IG @ustadzabdulsomad_official)

JAKARTA - Otoritas Singapura mengungkapkan bahwa alasan menolak Ustadz Abdul Somad (UAS) masuk ke negaranya karena sosok UAS dianggap menyebarkan ajaran ekstremis dan segregasi. Terkait hal itu, UAS Lantas angkat bicara.

UAS dalam wawancaranya dengan Refly Harun, menjelaskan perkara kafir yang dimaksud Singapura berbeda dengan menolak toleransi. Menurut UAS, kafir yang diambil dari bahasa arab itu artinya ingkar. 

"Siapa saja yang tidak percaya Nabi Muhammad itu Rasul utusan Allah maka dia kafir. Saya juga bisa disebut kafir, saya tidak percaya kepada ajakan iblis dan setan, maka saya ini kafir. Kafir itu artinya ingkar," ujar UAS dalam kanal YouTube Refly Harun, Kamis (19/5/2022). 

Baginya, istilah kafir ini ada dalam keyakinan agama Islam. UAS menyatakan tidak mungkin menghilangkan istilah dalam ajaran agamanya hanya karena tidak mau orang lain tersinggung. 

Baca juga: UAS Ditolak Masuk, PA 212 Minta Singapura Minta Maaf Bila Tak Ingin Didemo

"Nanti kalau ada negara lain melarang orang ceramah mengatakan babi haram, khamer (alkohol) haram. Nanti bisa saja ada peraturan (seraya menirukan) Anda tidak boleh masuk ke negara kami, kenapa? Karena mengatakan khamer haram karena kami suka minum khamer," ucap UAS. 

UAS menyatakan tuduhan Singapura itu berasal dari potongan video yang sudah diklarifikasinya. 

"Masalah martir bunuh diri, itu konteks di Palestina ketika tentara Palestina tidak mempunyai apapun untuk membalas serangan Israel. Dan itu bukan pendapat saya, saya hanya menjelaskan pendapat ulama," ujar UAS.

Penceramah kondang ini pun menjelaskan materi-materi yang disampaikannya itu saat berada di dalam masjid. Dia pun merasa harus menjawab pertanyaan setiap jamaah masjid karena tanggung jawabnya sebagai intelektual serta dosen. 

"Jika jamaah nanya, (seraya menirukan) ustadz, masalah di Palestina bagaimana? Terus saya bilang jangan dijawab, nanti saya tidak bisa masuk ke Singapura. Atau saya mau jawab tapi jangan direkam ya. Masalahnya kan jamaah saya di mana-mana, masa saya harus datang ke semuanya," kata UAS. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini