Share

Lokasi Badarawuhi Dililit Ular Film KKN di Desa Penari Dipercaya Jadi Jalur Nyi Roro Kidul ke Merapi

Erfan Erlin, iNews · Kamis 19 Mei 2022 10:40 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 19 337 2596551 lokasi-badarawuhi-dililit-ular-film-kkn-di-desa-penari-dipercaya-jadi-jalur-nyi-roro-kidul-ke-merapi-V9BFiIFBAl.jpg Objek wisata Batu Kapal jadi lokasi syuting film KKN di Desa Penari (Foto: MNC Portal)

YOGYAKARTA - Obyek wisata Batu Kapal yang berada di Dusun Klenggotan RT 01 Kalurahan Srimulyo Kapanewon Piyungan menjadi salah satu lokasi syuting film KKN di Desa Penari.

Adegan Nyi Badarawuhi ketika tidur di atas batu dan dililit dua ular besar memang dilaksanakan di obyek wisata ini.

Wakil ketua Pokdarwis Batu Kapal, Syamsi Dwi A Safarudin (56) membenarkan jika obyek wisata Batu Kapal pernah dijadikan lokasi syuting film KKN di Desa Penari. Namun kala itu, Batu Kapal belum menjadi sebuah obyek wisata seperti sekarang ini.

Syamsi menduga, selain karena eksotisme Batu Kapal, pengambilan film KKN di Desa Penari ini juga karena cerita mistis di balik Batu Kapal. Didukung oleh suasana mistis di objek wisata Batu Kapal, di mana selain kontur sungai yang dipenuhi batu purba dengan lekuk yang cukup eksotis.

Baca juga: Asal Usul Badarawuhi, Lelembut Penunggu Desa Penari yang Terusir dari Kerajaan Pantai Selatan

"Di sini juga ada sebuah pohon Munggur yang telah dililiti oleh pohon beringin. Bahkan pernah ada orang yang meninggal karena jatuh ketika berusaha memotong pohon Munggur tersebut," tambahnya.

Samsyi menyebut Batu Kapal berada di Sungai Opak yang berhulu langsung di Gunung Merapi serta bermuara di Pantai Selatan yaitu wilayah Parangtritis. Konon Sungai Opak dipercaya menjadi satu-satunya jalur Nyi Roro Kidul ketika ingin sowan ke Gunung Merapi.

Baca juga: 5 Sosok Siluman Paling Ditakuti di Tanah Jawa, Selain Badarawuhi

Bahkan orang zaman dahulu sering melarang anak-anak kecil pergi ke sungai selepas Maghrib. Pasalnya, kerap terdengar bunyi gemerincing yang menandakan Nyi Roro Kidul tengah melintas untuk bertemu dengan penguasa Gunung Merapi.

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

Tak sampai di situ, di kawasan Sungai Batu Kapal ini juga ada pertapaan yang konon juga menjadi salah satu lokasi meninggalnya seorang penjaga kereta tebu. Di samping itu juga ada sebuah tempuran atau pertemuan Dua sungai.

"Di tempuran ini sering digunakan untuk ritual berendam agar hajatnya terkabul. Sampai sekarang juga masih ada yang berendam,"ungkapnya

Syamsi mengatakan, proses syuting film KKN di Desa Penari pada 15 Januari 2020. Sementara di Gunungkidul katanya berlangsung November, di Batu Kapal syuting dilaksaknakan pada pertengahan Januari kemungkinan karena ada adegan tambahan di sungai.

Kala itu Batu Kapal memang belum menjadi destinasi wisata. Baru sekitar 3 bulan kemudian atau di bulan April warga kemudian mulai merintis Batu Kapal menjadi sebuah objek wisata. Warga mulai kerja bakti melakukan pembersihan dan penataan kawasan tersebut.

Baca juga: 5 Sosok Siluman Paling Ditakuti di Tanah Jawa, Selain Badarawuhi

Syamsi menuturkan, syutingnya sendiri dilakukan hanya dalam kurun waktu 1 hari. Kru film tersebut mengambil gambar dari pagi sampai tengah malam karena ada adegan malam hari. Meski demikian, tidak ada warga yang dilibatkan dalam kegiatan ini.

"Itu kan adegannya hanya sedikit yaitu badarawuhi dililit ular saat tertidur di atas batu batunya ya Batu Kapal ini yang ada di tengah sungai," papar dia.

Baca juga: 5 Cerita Mirip KKN di Desa Penari di Indonesia, Horornya Bikin Merinding

Selain membawa ratusan kru kala itu mereka juga membawa 2 ekor ular besar dan ular-ular kecil lainnya. Untuk ular-ular kecil yang mereka bawa dimasukkan ke dalam sebuah keranjang kotak sementara ular besar diletakkan di masing-masing sebuah kandang.

Batu Kapal memang menjadi salah satu tempat yang beberapa kali telah digunakan untuk syuting film. Selain syuting film KKN di Desa Penari, Batu Kapal juga pernah menjadi lokasi syuting Sang Maestro Ki Hajar Dewantara.

"Ada satu film lagi. Cuma kami tidak tahu filmnya apa," tutur dia.

Untuk film KKN di Desa Penari memang tidak ada warga yang dilibatkan namun ketika syuting film Sang Maestro Ki Hajar Dewantara setidaknya ada 15 warga yang terlibat dalam proses syuting. Mereka berperan mengangkat buaya dan menangkap Harimau.

Cukup seringnya Batu Kapal menjadi lokasi pengambilan gambar atau film memang tidak lepas dari keindahan objek wisata ini Serta juga cerita mistis yang melatarbelakanginya. Tentu hal tersebut semakin memperkuat cerita horor film KKN Di Desa Penari.

Baca juga: Horor! Pemilik Rumah KKN di Desa Penari Ketakutan, Dijual Cepat Rp60 Juta

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini