Share

Terjerat Kasus, WN Korsel Minta Perlindungan ke Kejaksaan dan Polri

Arie Dwi Satrio, Okezone · Rabu 18 Mei 2022 23:36 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 18 337 2596408 terjerat-kasus-wn-korsel-minta-perlindungan-ke-kejaksaan-dan-polri-5toCV6ONqz.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Korea Selatan (Korsel), Lee Su Keun mengadu dan meminta perlindungan hukum kepada Kejaksaan Agung (Kejagung), Propam Polri, hingga Biro Pengawasan Penyidikan Bareskrim Polri.

Lee Su Keun yang merupakan Direktur PT Sunghyun Hightech Indonesia (SHI) meminta perlindungan hukum ke kejaksaan dan kepolisian setelah merasa dikriminalisasi. Dia merasa dikriminalisasi usai dijerat kasus dugaan pencemaran nama baik.

"Klien kami telah mengadu sebagai pemohon perlindungan hukum," kata kuasa hukum Lee Su Keun, Tobbyas Ndiwa melalui keterangan resminya kepada awak media, Rabu (18/5/2022).

Tobbyas menganggap ada unsur upaya kriminalisasi terhadap penetapan tersangka kliennya. "Jelas kriminalisasi, dan ini bisa menjadi preseden buruk bagi dunia investasi. Sebab itu kami juga mengajukan gugatan praperadilan atas penetapan tersangka terhadap klien kami ke PN Jakarta Selatan," kata Tobbyas.

Sekadar informasi, Lee Su Keun ditetapkan sebagai tersangka pada 19 April 2022 oleh Polda Metro Jaya berdasarkan surat Kepolisian Negara Republik Indonesia daerah Metro Jaya nomor B/5908/RES1.24/2022/Ditreskrimum.

Lee ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan laporan Firmanto Laksana terkait dugaan pencemaran nama baik dan atau fitnah melalui media elektronik.

Menurut Tobbyas, penetapan tersangka terhadap kliennya tidak berkecukupan alat bukti. Sebab, Tobbyas menilai penyidik menetapkan status tersangka kepada kliennya hanya merujuk kepada screenshoot postingan di instagram.

"Ini jelas tidak memenuhi unsur pasal 184 KUHAP sebagai dasar penetapan tersangka," tuturnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Selain itu, Tobbyas pun mempertanyakan penetapan tersangka terhadap Lee karena yang bersangkutan tidak bisa menulis dengan bahasa Indonesia.

“Bahasa Indonesianya belum sempurna, sementara kata-kata di akun Instagram sangat terkonsep dengan bahasa Indonesia yang baik. Bahkan yg bersangkutan tidak memiliki akun di platform Instagram," pungkas Tobbyas.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini