Share

Berkas Perkara 5 Tersangka Robot Trading Evotrade Lengkap, Dilimpahkan ke Kejari Kota Malang

Riezky Maulana, iNews · Rabu 18 Mei 2022 16:13 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 18 337 2596170 berkas-perkara-5-tersangka-robot-trading-evotrade-lengkap-dilimpahkan-ke-kejari-kota-malang-DH1fGTkW7S.jpeg Kombes Gatot Repli Handoko. (Foto: MPI)

JAKARTA - Polri telah melimpahkan berkas perkara terkait aplikasi robot trading Evotrade dengan skema ponzi atau piramida ilegal. Total ada lima tersangka yang berkas perkaranya dinyatakan lengkap atau P21.

Kabagpenum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Pol Gatot Repli Handoko menuturkan, barang bukti dan para tersangka dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kota Malang pada 26 April lalu.

"Kasus Evotrade, berkas untuk tersangka atas nama AK, D, kemudian DES, MS, dan AM telah dinyatakan P21 oleh JPU dan telah dilakukan proses pelimpahan tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan Negeri Kota Malang, pada hari Selasa 26 April," kata Gatot, Rabu (18/5/2022).

Lebih jauh dikatakan Gatot, untuk satu orang tersangka lain berkas perkaranya masih dalam proses. Adapun inisial dari tersangka tersebut adalah AD.

Baca juga: Bos Robot Trading DNA Pro Berhasil Ditangkap, Ini Identitasnya

"Untuk berkas perkara tersangka AD masih dalam proses pemberkasan, karena yang bersangkutan berbeda waktu penangkapan dengan tersangka lain," tuturnya.

Sebagai informasi, dalam kasus ini, para korban dijanjikan keuntungan berjenjang hingga 10 persen dari uang yang disetorkan awal. Bagi member yang paling bawah, hanya akan mendapat keuntungan 2 persen.

Perusahaan robot trading ini menggunakan skema ponzi atau piramida dalam meraup keuntungan. Skema itu merupakan sistem pemberian keuntungan secara berjenjang yang biasa banyak terjadi dalam produk-produk investasi bodong atau palsu.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Total tersangka dalam kasus ini berjumlah 6 orang. Keenam orang itu adalah, AD (35), AMA (31), AK (42), D (42), DES (27), dan MS (26).

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 105 dan/atau Pasal 106 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dan/atau Pasal 3 dan/atau Pasal 4 dan/atau Pasal 5 dan/atau Pasal 6 Juncto Pasal 10 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini