Share

Pembunuh Sejoli Nagreg Kolonel Priyanto Veteran Perang Seroja, Operasi Tempur Terbesar Indonesia

Fahmi Firdaus , Okezone · Rabu 18 Mei 2022 12:54 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 18 337 2595984 pembunuh-sejoli-nagreg-kolonel-priyanto-veteran-perang-seroja-operasi-tempur-terbesar-indonesia-OFihToo2Qp.jpg Foto: MNC Portal

JAKARTA - Kolonel Inf Priyanto meminta keringanan hukumannya dalam kasus pembunuhan berencana sejoli Handi-Salsabila, di Nagreg, Jawa Barat. Salah satu pertimbangannya adalah pengabdian prajurit Infanteri tersebut terhadap NKRI.

(Baca juga: Kisah Ajaib Prajurit Kopassus Selamat dari Ledakan Granat di Palagan Timor)

Penasihat Hukum Kolonel Priyanto, Letda Chk Aleksander Sitepu, meminta majelis hakim melihat pengalaman militer terdakwa, terutama saat ikut dalam Operasi Seroja di Timor Timur.

"Terdakwa pernah mempertaruhkan jiwa raganya untuk NKRI melaksanakan tugas operasi di Timor-Timur (Operasi Seroja),” ujar Aleksander dalam sidang pembacaan nota pembelaan di Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta, beberapa waktu lalu.

(Baca juga: Bunuh Sejoli Nagreg, Jiwa Sapta Marga Tak Tertanam di Kolonel Priyanto)

Dikatakannya, Priyanto pernah mendapat beberapa tanda jasa. Seperti Satyalancana Kesetiaan 8 tahun, 16 tahun, 24 tahun, dan Satyalancana Seroja.

Operasi Tempur Terbesar Indonesia

Operasi Seroja dimulai pada tanggal 7 Desember 1975 ketika TNI masuk ke Timor Timur untuk memberantas gerakan separatisme dengan latar belakang untuk menghapuskan kolonialisme. Operasi terbesar yang pernah dilakukan Indonesia ini melibatkan semua unsur angkatan bersenjata, mulai dari Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), dan Angkatan Udara (AU).

Dalam operasi itu, TNI menghadapi perlawanan yang berat dari Fretilin. Diperkirakan, pertempuran ini mengakibatkan sekitar 100.000-180.000 korban jiwa yang terdiri dari tentara dan warga sipil.

Untuk mengenang prajurit yang gugur, maka dibangunlah oleh pemerintahan Megawati Soekarnoputri pada Juni 2002 di dalam kompleks markas besar TNI di Cilangkap, Jakarta Timur.

Kisah Prabowo Kehilangan Komandan di Palagan Timor

Prabowo Subianto menyaksikan kematian teman-teman TNI di Operasi Seroja, Timor Timur. Berbagai peristiwa itu membuat Prabowo harus kehilangan prajurit terbaik dan orang-orang terdekatnya. Salah satunya, Letnan Satu Sudaryanto, Komandannya di Unit C Pasukan Nanggala 10. Sudaryanto gugur di pelukan Prabowo dalam operasi di Kota Maubara, Timor Timor.

Hal itu diungkapkan Prabowo dalam buku biografinya berjudul “Kepemimpinan Militer: Catatan dari Pengalaman Letnan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto”.

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

Saat itu, Prabowo masih berpangkat Letnan Dua bergabung dengan pasukan Nanggala 10 di bawah Komando Mayor Inf. Yunus Yosfiah sebagai Perwira Intelijen.

Namun karena banyaknya perwira yang tertembak, Prabowo kemudian diangkat menjadi Wakil Komandan (Wadan) Unit C. Pasukan yang berjumlah sekitar 20 orang ini merebut ketinggian di atas Kota Maubara.

Tak hanya kehilangan Komandannya, Prabowo juga harus kehilangan prajurit terbaiknya yakni, Letnan Satu TNI Anumerta Siprianus Gebo, prajurit Batalyon Infanteri Lintas Udara 328/Dirgahayu (Yonif Linud 328/Dirgahayu), atau yang saat ini bernama Yonif Para Raider 328/Dirgahayu dalam Operasi Seroja.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini