Share

Selain Singapura, UAS Ungkap Pernah Ditolak Masuk Timor Leste

Muhammad Farhan, MNC Portal · Selasa 17 Mei 2022 13:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 17 337 2595374 selain-singapura-uas-ungkap-pernah-ditolak-masuk-timor-leste-R0MDVvLs7r.jpg UAS (Foto: Instagram)

JAKARTA - Ustaz Abdul Somad (UAS) ditolak masuk ke Singapura saat berlibur dengan keluarganya. Namun, pengalaman penolakan masuk ke negara lain bukan pertama kali dialami oleh tokoh agama kondang itu.

UAS menjelaskan sebelumnya dirinya pun pernah ditolak kedatangannya ke Timor Leste pada 2018 silam. Hal tersebut dia ceritakan saat diwawancarai di kanal youtube Hai Guys Official terkait pengalamannya ditolak petugas Imigrasi Singapura pada Senin 16 Mei 2022.

"Dulu memang saya pernah tidak jadi masuk ke Timor Leste, padahal sudah disusun acaranya dengan Pak Xanana Gusmao, dengan Uskup kemudian tabligh akbar. Begitu sampai di Airport Timor Leste, saya ditolak," ujar UAS dikutip dari tayangan video Youtube tersebut, Selasa (17/5/2022).

Alumnus Universitas Al-Azhar Mesir tersebut mengungkapkan bahwa dirinya ditolak oleh imigrasi Timor Leste lantaran baru mendapatkan informasi sekitar satu jam sebelum kedatangannya. Menurut UAS, pihak Imigrasi Timor Leste diduga menerima informasi berupa surat fax yang menyatakan dirinya teroris.

Baca juga: Kekesalan UAS Ditahan Imigrasi Singapura: Saya Ditaruh di Ruangan Persis Liang Lahat

"Kalau kata orang Imigrasi Timor Leste, mereka menerima informasi berupa fax dari Jakarta bahwa saya teroris," ujarnya.

Baca juga: Dideportasi dari Singapura, UAS: Saya Mau Liburan Bukan Kampanye Pilpres!

UAS menduga perihal penolakan kedatangannya karena situasi panas pemilu presiden (Pilpres) 2019 lalu. Dia pun menduga posisinya menjadi magnet publik atas situasi perbedaan pilihan politik pada pilpres 2019 tersebut.

"Jadi waktu itu (pada tahun 2018) memang yaa maklumlah mungkin kedatangan saya ke Timor Leste itu dapat mempengaruhi suara pilpres. Waktu itu juga saya dikhawatirkan akan menunjukkan kecondongan (pilpres), tapi itu kan 2018," kata UAS menuturkan.

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

Atas peristiwa di Timor Leste tersebut, UAS menduga pemerintah Singapura belum memperbaharui dokumen lama tentangnya. Dia pun menilai seharusnya pemerintah Singapura seharusnya menggali informasi baru tentangnya.

"Saya khawatir pemerintah Singapura itu belum menghapus file lama. Jadi Singapura seharusnya meng-update file-file yang sudah lama," kata dia.

Sebelumnya, Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Singapura, Suryopratomo angkat bicara soal kabar penahanan dan deportasi UAS. Dia pun telah mendapat informasi soal penahanan UAS oleh pihak Imigrasi Singapura.

Berdasarkan informasi yang diterima Suryopratomo dari Immigration and Checkpoints Authority (ICA) atau otoritas Keimigrasian Singapura, UAS tidak memenuhi kriteria atau persyaratan warga asing yang diizinkan masuk ke Singapura.

Suryopratomo menjelaskan bahwa UAS bukan dideportasi lantaran belum masuk ke Singapura.

"Informasi yang saya dapatkan dari ICA, UAS tidak diizinkan untuk masuk Singapura karena tidak memenuhi kriteria warga asing berkunjung ke Singapura. Jadi tidak dideportasi karena beliau belum masuk Singapura," kata Suryopratomo.

Baca juga: Desak Singapura Jelaskan soal Deportasi, UAS: Apa Karena Teroris, ISIS Atau Narkoba!

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini