Share

Sidang Lanjutan Digelar Hari Ini, Oditur Pastikan Siap Bantah Pembelaan Kolonel Priyanto

Riezky Maulana, iNews · Selasa 17 Mei 2022 10:53 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 17 337 2595266 sidang-lanjutan-digelar-hari-ini-oditur-pastikan-siap-bantah-pembelaan-kolonel-priyanto-mm1tQK3Yjv.jpg Kolonel Priyanto di sidang milter (Foto: Antara)

JAKARTA - Sidang lanjutan kasus pembunuhan berencana sejoli di Nagreg Jawa Barat, yang menjerat Kolonel Inf Priyanto dijadwalkan bakal digelar di Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta pada hari ini, Selasa (17/5/2022). Adapun agendanya ialah pembacaan replik dari Oditur Militer.

Oditut Militer Tinggi II Kokonel Sus Wirdel Boy menuturkan, pelaksanaan sidang akan disesuaikan dengan jadwal dari Majelis Hakim.

"Tetap, Selasa 17 Mei 2022. Waktu menyesuaikan dengan kegiatan majelis," ucap Wirdel, Selasa (17/5/2022).

Wirdel memastikan, pihaknya akan membantah nota pembelaan yang disampaikan Kolonel Priyanto melalui penasehat hukumnya. Terutama, terkait pasal-pasal yang diminta untuk tidak didakwakan kepada perwira menengah tersebut 

"Pastinya bantahan terhadap ketidak terbuktian pasal-pasal yang di sampakan dalam pleidoi Penasehat Hukum," katanya.

Baca juga: Oditur Militer : Kolonel Priyanto Bukan Tentara Kemarin Sore!

Saat gelaran sidang sebelumnya, Ketua Majelis Hakim Militer Tinggi Brigjen TNI Faridah Faisal dalam mengatakan akan menunda sidang hingga Selasa 17 Mei 2022.

"Sidang akan saya tunda sampai hari Selasa tanggal 17 Mei 2022 untuk memberi kesempatan kepada Oditur Militer menyusun replik," kata Faridah.

Baca juga: Ikut Operasi Seroja dan Terima Tanda Jasa, Kolonel Priyanto Minta Hukumannya Diringankan

Kolonel Sus Wirdel kala itu juga menyebut akan menguatkan tuntutannya dalam pembacaan replik hari ini. Dirinya berkeyakinan bahwa tuntutan seumur hidup akan dikabulkan oleh majelis hakim.

"Kami berkeyakinan (dengan tuntutan). Nanti di replik kami, akan disampaikan hal yang menguatkan tuntutan. Akan kami tampilkan juga nanti beberapa pendapat ahli tentang pembunuhan berencana, tentang perampas kemerdekaan, dan tentang pembuangan mayat," jelasnya.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Dalam agenda sidang pembacaan nota pembelaan pekan lalu, Kolonel Inf Priyanto menolak dakwaan Primer Pasal 340 jo Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHP dan dakwaan kedua alternatif Pasal 328 KUHP jo Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHP.

Dua pasal itu terkait pembunuhan berencana dan penculikan.

Kasus ini bermula saat Kolonel Priyanto bersama dua bawahannya yakni Koptu Ahmad Sholeh dan Kopda Andreas Dwi Atmoko menabrak dua sejoli tersebut menggunakan Mobil Panther Isuzu.

Alih-alih membawa korban ke rumah sakit untuk memberikan pertolongan, Priyanto justru berencana menghilangkan jejak korban dengan membuang korban di Sungai Serayu di Jawa Tengah.

Belakangan diketahui Salsa dibuang ke sungai dalam kondisi meninggal dunia, sementara Handi sendiri masih dalam kondisi hidup. Oditur Militer menuntut Kolonel Inf Priyanto dimasukkan dalam penjara seumur hidup atas pembunuhan berencana sejoli di Nagreg.

Tuntutan maksimal dilayangkan karena dinilai terbukti memenuhi tindak pidana pembunuhan berencana, penculikan, dan menyembunyikan mayat. Selain pidana pokok seumur hidup, Priyanto juga dihukum pidana tambahan dipecat dari kesatuan TNI.

Baca juga: Kolonel Priyanto Ngaku Menyesal Buang Jasad Sejoli: Perbuatan Sangat Bodoh

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini