Share

Soal Perempuan Berjubah Putih Minta Sumbangan, Polisi Bilang Bukan Tindak Pidana

Indra Siregar, iNews · Senin 16 Mei 2022 17:39 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 16 337 2595018 soal-perempuan-berjubah-putih-minta-sumbangan-polisi-bilang-bukan-tindak-pidana-dcZNPuejYF.jpg Perempuan berjubah putih yang meminta sumbangan diperiksa polisi (Foto : MPI)

PRINGSEWU - Wanita berjubah putih yang mondar-mandir meminta sumbangan, meresahkan warga Pringsewu, Lampung. Terkait peristiwa yang jadi viral di media sosial itu, polisi mengatakan tidak ada tindak pidana dalam kegiatan tersebut.

Diketahui, dalam aksinya meminta sumbangan, wanita ini selalu mengenakan pakaian serba putih, bercadar dan memakai kaca mata hitam. Meski tidak melakukan pemaksaan saat meminta sumbangan, namun tindakannya membuat resah dan takut sebagian warga.

Warga mengabadikan melalui ponsel dan mengunggahnya ke media sosial, sehingga menjadi viral. Kapolres Pringsewu, AKBP Rio Cahyowidi menjelaskan, wanita yang telah membuat resah ini, merupakan warga Pekon Bandung Barat, Sukoharjo, Pringsewu, berinisial NH (43).

NH akhirnya ditangkap petugas di wilayah Kecamatan Sukoharjo.

"Yang bersangkutan saat ini sedang dimintai keterangan di Polres Pringsewu, untuk mengetahui aktivitasnya meminta sumbangan," ujar Rio Cahyowidi, Minggu 15 Mei 2022.

Setelah menjalani pemeriksaan, dan didampingi keluarganya serta aparat Pekon, terungkap penyebab NH meminta-minta sumbangan kepada warga. NH depresi terlilit utang puluhan juta rupiah, dari sejumlah aplikasi pinjaman online.

Kegiatan meminta sumbangan tersebut, telah dilakukan dalam kurun waktu satu tahun terakhir, dan dipergunakan untuk membayar utang dari 11 aplikasi pinjaman online, yang mencapai Rp39 juta.

Lantaran tidak memiliki pekerjaan, lanjut Rio Cahyowidi, NH nekat mendatangi rumah-rumah warga untuk meminta sumbangan. NH tidak melakukan suatu tindak pidana, namun hanya meresahkan karena memakai pakaian tertutup, bercadar dan memakai kacamata.

Atas hal tersebut, NH juga sudah membuat video pernyataan meminta maaf kepada seluruh masyarakat Lampung, dan Kabupaten Pringsewu, serta berjanji tidak akan mengulanginya lagi.

"Tindak lanjut yang kami lakukan mengundang pihak keluarga, dan aparat Pekon untuk bersama-sama menjaga NH untuk tidak kembali melakukan aktifitas yang meresahkan warga," kata Rio Cahyowidi.

Dia mengimbau masyarakat untuk tidak resah dan takut apabila ada kejadian serupa. "Segera saja melapor kepada aparat kepolisian terdekat, tentunya kami akan segera menindaklanjutinya," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini