Share

Prajurit TNI Sadarkan 7 Anggota Milisi Bersenjata di Kongo

Riezky Maulana, iNews · Senin 16 Mei 2022 15:37 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 16 337 2594962 prajurit-tni-sadarkan-7-anggota-milisi-bersenjata-di-kongo-HxlRPkb74I.jpg Satgas BGC Konga TNI XXXIX-D/Monusco (foto: dok TNI)

JAKARTA - Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas BGC Konga TNI XXXIX-D/Monusco menorehkan prestasi luar biasa di Tanah Afrika. Mereka memfasilitasi penyerahan diri kelompok milisi Mai-Mai RUMA pimpinan Mukungilwa Katiba, Kongo.

Prajurit TNI berhasil mengembalikan tujuh orang milisi beserta persenjataan tiga pucuk tombak, satu pucuk senjata AK-47, tiga pucuk senjata Garand, dua buah senjata tajam, dua set jaket loreng milisi, lima butir amunisi. Tak ketinggalan, ditemukan pula jimat tradisional.

 BACA JUGA:Gugur di Kongo, Jenazah Kopda Jarot Disambut Upacara Militer di Tanah Air

Proses Repatriasi Demobilisasi Perlucutan Senjata (DDR) terjadi pada Sabtu 14 mei 2022, Desa Khasika yang berjarak 68 KM dari Combat Operation Base (COB) Walungu, Kongo, Afrika.

Kejadian ini bermula saat tim mendapatkan informasi pada Rabu 11 Mei 2022. Kemudian dua hari berselang, atau 13 Mei terbentuklah tim Long Range Patrol (LRP).

 BACA JUGA:Prajurit TNI di Wilayah Konflik Kongo Tetap Rayakan Lebaran Penuh Suka Cita

Dipimpin Dankiban Mayor Czi Muhammad Rofki, tim langsung menuju ke Desa Khasika guna mendalami dan observasi terkait informasi yang diperoleh.

Setibanya di desa tersebut tim langsung melakukan komunikasi dengan otoritas setempat asisten bahasa (LA). Pada akhirnya, tim bertemu dengan para milisi dan melakukan upaya komunikasi persuasif.

"Memerlukan waktu untuk dapat meyakinkan milisi hingga akhirnya keesokan harinya para milisi dapat diyakinkan dan sepakat akan menyerahkan diri dan melucuti senjatanya agar dapat kembali hidup bersama masyarakat," tulis Puspen TNI dalam keterangan tertulis, Senin (16/5/2022).

Diharapkan, dengan adanya penyerahan senjata tersebut angka kriminalitas bersenjata dan ancaman tindak kekerasan terhadap warga sipil di wilayah Area of Responsibility (AoR) Walungu dapat berkurang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini