Share

4 Tradisi Hari Raya Waisak di Indonesia

Tim Okezone, Okezone · Senin 16 Mei 2022 13:15 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 16 337 2594894 4-tradisi-hari-raya-waisak-di-indonesia-R54JAi6xH6.jpg Perayaan Hari Raya Waisak di Candi Borobudur. (Foto: Antara)

INDONESIA sarat akan tradisi masyarakatnya. Setiap agama memiliki kebiasaan yang mempertebal keberagaman. Salah satunya saat perayaan Hari Raya Waisak.

Hari Raya Waisak 2567 BE jatuh pada hari ini, Senin (16/5/2022). Umat Buddha pun bersuka cita merayakannya dengan tradisi di daerahnya masing-masing.

Lantas, apa saja tradisi saat Hari Raya Waisak? Berikut ulasan singkatnya:

1. Festival Candi Muaro

Perayaan Waisak di Jambi begitu meriah. Candi Muaro Jambi dipenuhi sekitar 1.000 biksu yang datang dari berbagai wilayah di Sumatera.

Puncak acara waisak sendiri diisi dengan festival pelepasan lampion sebanyak 1.000 buah.

Tak hanya itu, biasanya juga akan diadakan Festival Candi Muaro Jambi yang menampilkan pertunjukan seni dan budaya khas Jambi, kompetisi sastra tradisional, berbagai pameran dan bazar kuliner.

2. Trisuci Waisak di Candi Borobudur

Rangkaian Perayaan Waisak 2566 BE atau tahun 2022 dipusatkan di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Perayaan kali ini kembali dilangsungkan setelah dua tahun ditiadakan karena pandemi.

Koordinator Waisak 2566 BE di Candi Borobudur, Tanto S Harsono mengatakan, setelah dua tahun ditiadakan karena pandemi, tahun ini dilangsungkan perayaan Waisak di Candi Borobudur.

Rangkaian Waisak dimulai pada Sabtu (7/5/2022) dengan karya bakti di Taman Makam Pahlawan (TMP) di seluruh Indonesia.

Menurutnya, tema Waisak kali ini yakni jalan kebijaksanaan menuju kebahagiaan sejati.

"Besok (perayaan Waisak), kita masih dalam skala terbatas. Kita hanya batasi 1.200 orang (saat detik-detik Waisak)," ujarnya yang juga Ketua 2 DPD Walubi Jateng.

3. Arak-arakan dari Candi Mendut

Ribuan umat Budha dari berbagai daerah berjalan menuju Candi Borobudur, Senin (16/5/2022). Membawa bunga sedap malam dan melantunkan bacaan Parita Parita Suci umat dan para biksu berjalan dari Candi Mendut ke Borobudur di Magelang.

Umat juga membawa sesembahan seperti hasil bumi, api dan air suci. Sesembahan itu sebelumnya sudah disemayamkan di Candi Mendut. Sesembahan itu akan digunakan untuk perayaan Waisak di Candi Borobudur.

Arak-arakan ini bentuk meditasi berjalan atau Pradaksina dengan pikiran fokus dari Candi Mendut ke Borobudur seperti ajaran Budha. Arak-arakan juga dimeriahkan oleh pawai mobil hias. 

4. Perarakan Rupang di Bekasi

Umat Buddha melaksanakan perarakan rupang sebagai rangkaian upacara perayaan detik-detik Waisak 2566 BE/2022 di vihara Vipassana Kusalacitta, Bekasi, Jawa Barat Senin (16/5/2022).

Puncak acara detik-detik Waisak akan dilaksanakan tepat pada Senin, 16 Mei Pukul 11.13 WIB. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini