Share

Harus Hati-Hati Mengeluarkan Fatwa, TGB: Obat Saja Harus Ada BBPOM

Tim Okezone, Okezone · Senin 16 Mei 2022 11:34 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 16 337 2594864 harus-hati-hati-mengeluarkan-fatwa-tgb-obat-saja-harus-ada-bbpom-woHwOU3IWI.jpeg TGB Zainul Majdi. (Foto: Istimewa)

KEBUMEN – Kontribusi alumni Universitas Al Azhar di tengah bangsa cukup strategis. Ketua Organisasi Internasional Alumni Al Azhar (OIAA) Indonesia TGB HM Zainul Majdi dalam silaturahim dengan OIAA Jawa Tengah (Jateng) di Kabupaten Kebumen menyinggung soal orang yang mudah mengeluarkan fatwa.

“Obat saja ada BPPOM (pengawas obat). Mana obat yang boleh dan tak boleh ditarik dari pasaran. Kalau alumni (Al Azhar) yang bicara bisa lebih diterima,” katanya, Minggu (15/5/2022) di Pondok Pesantren Al Istiqomah (Yapika).

Ketua Umum PB Nahdlatul Wathan Diniyyah Islamiyah (NWDI) ini pun mendukung bila kemudian pemerintah mengeluarkan regulasi terkait dengan sertifikasi penceramah. Alumni Al Azhar diminta konsisten mengingatkan bila ada fatwa yang memicu perpecahan dan membuat satu sama lain menjauh.

“Kalau yang disampaikan oleh pemerintah mendapat penolakan. Maka tugas kita menjelaskan ke publik, karena akan lebih bisa diterima,” sambungnya.

Baca juga:  Cerita Warga Berau Menunggu Kedatangan TGB Selama 9 Tahun

TGB menyebut, tentang dorongan untuk terus membaca kitab dan menyuarakannya, harus pula disesuaikan dengan kondisi. Tak serta-merta segala hal yang tertuang di dalam kitab kemudian difatwakan.

Dicontohkan, ketika ada ulama di Timur Tengah menulis kitab, mengkritik individu atau kelompok yang memojokkan Islam, fatwa yang disampaikan oleh ulama ini keras dan lugas terhadap para pencaci Islam.

“Fatwa ulama yang keras ini kemudian difatwakan di Indonesia jelas tak tepat. Karena ada di dalam situasi negara yang damai. Ini memberikan fatwa tanpa melihat konteks, ini tak tepat,” urainya.

Terakhir, peraih Bintang Mahaputra Utama ini menegaskan terkait pemikiran ekstrem yang muncul di tengah masyarakat. Ulama di Univeristas Al Azhar telah memberi contoh cara memberikan respons dan mereduksi pemikiran ini.

“Alumni Universitas Al Azhar harus mempereteli pemikiran ekstrem yang tumbuh dan berkembang di sekitar kita,” tegasnya. 

TGB menambahkann, para alumni Al Azhar harus berbicara terdepan dalam konteks wasathiyah atau moderasi beragam. Sikap ini pun juga dijelaskan para ulama di Universitas Al Azhar.

“Intisarinya sangat menghormati seluruh hasanah pemikiran klasik Islam yang dihadirkan oleh para imam,” ujar dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini