Share

Perang Paling Konyol di Dunia, dari Merusak Toko Kue hingga Menembak Babi

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Senin 16 Mei 2022 06:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 15 337 2594657 perang-paling-konyol-di-dunia-dari-merusak-toko-kue-hingga-menembak-babi-FgptGx28CT.jpg Illustrasi (foto: AFP)

PERANG identik dengan perebutan suatu wilayah, ideologi hingga politik. Perang menjadi sesuatu yang mengerikan lantaran dapat menimbulkan korban jiwa. Namun ada perang di dunia yang dipicu oleh alasan yang konyol. Penyebabnya mulai dari karena babi yang ditembak mati hingga kekalahan dalam pertandingan sepak bola.

Berikut daftar perang paling konyol di dunia yang diolah dari berbagai sumber :

1. Perang Telinga Jenkins

 

Perang Telinga Jenkins melibatkan Inggris Raya dan Spanyol pada Oktober 1739. Namun kisah perang ini sudah dimulai pada 1731. Ketika itu terdapat pedagang Inggris, Robert Jenkins, yang dipotong telinganya oleh penjaga pantai Spanyol.

Diketahui, Jenkins adalah kapten kapal Rebecca, yang diberhentikan oleh pihak Spanyol lantaran dituduh membawa barang selundupan. Pihak Spanyol pun melakukan penggeledahan hingga akhirnya membalikkan kapal.

Usai kejadian potong telinga tersebut, Jenkins kembali ke Inggris. Pada 1738, ia memperlihatkan potongan telinganya yang telah membusuk di hadapan anggota Parlemen. Kesaksian Jenkins ini tentu memicu amarah orang Inggris. Kemudian Inggris menyatakan perang terhadap Spanyol. Perang ini menyebabkan 25.000 orang terluka dan 5.000 kapal hancur.

2. Perang Gegara Merusak Toko Kue

 

Pada 1838, toko kue di Meksiko dihancurkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Sang pemilik toko yang merupakan koki Prancis bernama Remontel meminta pemerintah Meksiko membayar ganti rugi.

Namun permintaannya diabaikan. Ia pun mengadu kepada negaranya, Prancis. Permintaannya baru ditanggapi 10 tahun kemudian, saat Raja Louis Philippe berkuasa.

Raja Louis Philippe menuntut Meksiko membayar kepada Remontel sebagai ganti rugi. Ketika Meksiko menolak, Prancis memblokade pelabuhan Veracuz, Meksiko. Setelah beberapa bulan dilangsungkan blokade dan pendudukan di Veracruz, akhirnya tercapai kesepakatan. Meksiko pun membayar ganti rugi 600.000 peso. Perang kue berakhir ketika Prancis menarik pasukannya dari Veracruz.

3. Perang karena Menembak Babi

 

Amerika Serikat dan Inggris pernah terlibat dalam Perang Babi yang berlangsung pada tahun 1859. Kedua negara sama-sama mengeklaim bahwa Pulau San Jan adalah milik negara mereka.

Situasi kian memanas ketika seorang petani Amerika Serikat bernama Lyman Cutlar menembak mati seekor babi milik tentara Inggris yang masuk ke dalam pekarangannya. Penduduk Inggris tak terima dan kemudian mengancam akan menangkap Cutlar. Berita ini akhirnya sampai ke Amerika Serikat. Pihak Amerika Serikat pun mengirim pasukannya untuk membela Cutlar serta mengeklaim Pulau San Juan sebagai milik Amerika Serikat.

Lalu Inggris tak mau tinggal diam, mereka mengirimkan armada yang besar. Perselisihan karena babi ini telah berkembang menjadi perseteruan yang melibatkan ribuan orang, senjata, bahkan kapal perang. Hingga akhirnya, Amerika dan Inggris sepakat untuk menjadikan Pulau San Juan ini sebagai pulau bersama.

4. Perang karena Sepak Bola

Perang Sepak Bola terjadi pada 1969. Perang ini melibatkan dua negara di Amerika Tengah, El Savador dan Honduras. Terjadinya perang berawal dari pertandingan antara El Savador dan Honduras pada Piala Dunia 1969 yang berakhir dengan kekalahan El Savador dengan skor 3-2. Tak terima akan hal tersebut, El Savador melakukan penyerangan terhadap Honduras.

Pertempuran ini berlangsung selama empat hari. Akibatnya sekitar 2.000 orang tewas. Bahkan hubungan diplomatik antara kedua negara terputus. Organization of America States memaksa kedua belah pihak untuk berdamai.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini