Share

Kisah Bung Hatta, Belum Boleh Sekolah Gegara Tangannya Tak Bisa Sentuh Telinga

Tim Okezone, Okezone · Senin 16 Mei 2022 07:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 15 337 2594362 kisah-bung-hatta-belum-boleh-sekolah-gegara-tangannya-tak-bisa-sentuh-telinga-BTVpiWgtXf.jpg Bung Hatta (Foto: Wikipedia)

SEWAKTU kecil, Mohammad Hatta bila diberikan lima pilihan: rendang, laut, buku, sekolah dan Makkah. Maka, Bung Hatta akan memilih Makkah.

Hatta kerap mendapatkan janji dari sang kakek yang biasa dipanggil Pak Gaek. Tamat atau tidak tamat dari Sekolah Rakyat akan diajak ke Makkah untuk belajar Islam.

Rencananya, dia akan lanjut ke Al-azhar di Kairo. Hatta selalu ingin mendengar cerita tentang Makkah. Hingga suatu hari, dirinya diminta Pak Gaek untuk sekolah.

"Mengapa?" kata Hatta.

"Bukankah sekolah itu bikinan orang Belanda, mengapa harus mengikutinya?" tanya Hatta.

Pak Gaek pun menanyakan Hatta mendengar hal tersebut dari siapa. Ternyata Hatta memahami hal tersebut dari teman-teman mengaji di Surau Inyik Djambek.

"Itu tidak benar, nak, Ilmu bukan datang dari orang Belanda, tapi dari Allah," kata Pak Gaek sambil mengelus Rambut Hatta.

"Kita wajib belajar dan bersekolah agar pandai dan berbudi," tuturnya.

Usai mendengar hal tersebut, Hatta pun memiliki pilihan kedua dalam hidupnya, yakni sekolah. Adapun pilihan pertamanya adalah Makkah.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Hatta atau kerap disapa Atta sewaktu kecil pun melakukan pendaftaran Sekolah Rakyat di Aur Tajungkang, Bukittinggi. Hingga akhirnya Hatta mendapat giliran setelah mengantre di bangku kayu panjang. 

"Coba Nak Atta, angkat tangan kananmu ke atas kepala seperti ini," katanya sambil memberi contoh, "lalu lingkarkan dan jangkau telinga kirimu," kata Engku penilik Sekolah Rakyat.

"Ayo, Atta,"

Atta pun mencobanya. Namun ternyata setelah susah payah dan dipaksa sekuat tenaga, tangan kanan Atta tak mampu menjangkau telinga kirinya.

Engku pun menggelengkan kepala seraya tersenyum."Atta masih belum genap enam tahun. Tangan kanannya belum bisa menjangkau tangan kirinya. Kiranya ibu bisa datang kembali tahun depan,"

Mendengar hal tersebut Pak Gaek pun marah karena Hatta sudah berusia enam tahun. Dia pun mengusahakan agar Hatta bisa masuk sekolah.

"Biarkan orang-orang itu tetap menjadi kuno selamanya. Kau jangan seperti mereka. Biar pamanmu, Mak Alieh yang menolong Atta belajar biar lekas pandai"

Beberapa blkan kemudian lewat bantuan Engku Guru Thaib kenalan Pak Gaek di Bukittinggi, Hatta pun bisa masuk ke "Sekolah Rakyat lima tahun".

Cerita ini disadur dari Novel Hatta 'Aku Datang karena Sejarah' karya Sergius Sutanto

 

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini