Share

4 Tokoh Indonesia yang Terkenal dengan Integritasnya, 3 Nomor Dijuluki Algojo Koruptor

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Minggu 15 Mei 2022 05:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 14 337 2594256 4-tokoh-indonesia-yang-terkenal-dengan-integritasnya-3-nomor-dijuluki-algojo-koruptor-rwLtrTBsoH.jpg Artidjo Alkostar/Foto: Okezone

MERUJUK pada Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian integritas adalah mutu, sifat, atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan dan kejujuran.

Orang yang berintegritas akan tampil sebagai pribadi yang konsisten dan teguh menjunjung nilai luhur, sekaligus jujur dan berwibawa. Karakter inilah yang patut dimiliki oleh setiap orang, terutama mereka yang menjadi pemimpin. Berikut adalah 4 tokoh Indonesia yang terkenal dengan integritasnya, dilansir beragam sumber, Sabtu (14/5/2022).

 (Baca juga: Artidjo Alkostar Sosok Dosen yang Menunjukan Hukum dan Konstitusi Tak Bisa Ditawar)

1. Muhammad Hatta

Proklamator sekaligus Wakil Presiden Pertama Indonesia Muhammad Hatta dikenal sebagai individu dengan integritas tinggi. Pria yang disapa Bung Hatta ini menjunjung tinggi kejujuran dan kesederhanaan dalam hidupnya. Tidak hanya bagi dirinya sendiri, namun juga untuk keluarganya.

Hatta tidak pernah sekali pun menggunakan uang negara untuk kepentingan keluarganya. Dirinya hanya menggunakan uang yang memang menjadi haknya.

Satu kisah yang sangat membekas hingga kini adalah, Hatta menggunting gambar sepatu Bally yang kala itu ia lihat di koran. Gambar itu kemudian menjadi motivasi Hatta untuk menabung agar bisa membeli sepatu Bally. Sayangnya, keinginannya itu tidak jua terwujud hingga akhir hayatnya di tahun 1980.

 

2. Ki Hadjar Dewantara

Tokoh bangsa yang sangat terkenal membangun bidang pendidikan, Ki Hadjar Dewantara, juga memiliki integritas tinggi. Dirinya wajib dijadikan contoh, terutama bagi para generasi muda. Pemilik nama asli Raden Mas Soewardi Soerjaningrat itu memiliki nilai integritas, yakni jujur, berani, sederhana, peduli, dan bertanggung jawab.

Selain itu, ia juga dikenal sebagai pribadi yang ikhlas. Lahir dari keluarga bangsawan, tidak membuat Ki Hadjar Dewantara melupakan masyarakat Indonesia yang kala itu tertindas dan berada dalam belenggu penjajahan Belanda. Beberapa kali ia diasingkan pemerintah Belanda, namun tak pernah sekali pun menyerah. Ia sangat vokal menyuarakan dan memperjuangkan pendidikan untuk masyarakat Indonesia.

3. Artidjo Alkostar

Artidjo Alkostar adalah tokoh Indonesia selanjutnya yang dikenal dengan integritas tinggi. Ia merupakan pengacara dan Hakim Agung Indonesia periode 2000 hingga 2018. Sepanjang kariernya, Artidjo memiliki julukan ‘algojo koruptor’ karena dirinya tak pernah gentar menangani kasus tersebut. Bahkan, banyak pihak menyebut bahwa ia adalah pendekar hukum terbaik yang dimiliki Indonesia.

Integritas Artidjo sebagai seorang hakim terlihat dari keputusannya yang memberikan masa tahanan lama kepada para koruptor.

Salah satunya kepada Angelina Sondakh. Semula, Angelina divonis 4 tahun penjara. Namun, Artidjo menambahnya menjadi 12 tahun penjara. Kejujuran, keberanian, dan ulet adalah pesan yang selalu dibawa oleh Artidjo serta patut menjadi teladan bagi seluruh rakyat Indonesia

4. Hoegeng Imam Santosa

 

“Hanya ada 3 polisi jujur yang ada di Indonesia: patung polisi, polisi tidur, dan Jenderal Hoegeng,” begitu kata Presiden ke-4 Indonesia, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Nama Hoegeng keluar dari bibirnya lantaran sosok tersebut terkenal dengan integritasnya yang tinggi. Hoegeng merupakan Jenderal Polisi kelahiran Pekalongan, 21 Oktober 1921. Ia sempat menjabat sebagai Sekretaris Kabinet Indonesia periode Maret sampai Juli 1966 dan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia periode 1968 sampai 1971.

Saat berkiprah di kepolisian, Hoegeng tentu banyak menemui kendala dan godaan. Salah satunya adalah sogokan dari pihak-pihak terkait. Kisah yang beredar menyebut, Hoegeng pernah marah lantaran rumah dinasnya di Sumatera Utara sudah diisi dengan perabotan mewah oleh oknum nakal yang berniat untuk menyuapnya. Tak tergoda sedikit pun, Hoegeng tegas menolaknya.

Ketika menjadi Kapolri, Hoegeng menolak untuk diberikan pengawal. Padahal, hal itu berhak didapatkan oleh para pejabat tinggi negara. Hoegeng hanya didampingi oleh 2 staf ajudan yang bergantian bertugas. Di sisi lain, Hoegeng tidak pernah menggunakan fasilitas negara untuk keperluan pribadinya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini