Share

Mengenal Oputa Yi Koo, Sultan Buton yang Pimpin Perang Gerilya Lawan Belanda

Tim Okezone, Okezone · Senin 16 Mei 2022 10:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 14 337 2594244 mengenal-oputa-yi-koo-sultan-buton-yang-pimpin-perang-gerilya-lawan-belanda-twPiF15z85.jpg Oputa Yi Koo (Foto: istimewa)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menganurahkan gelar pahlawan nasional kepada Himayatuddin Muhammad Saydi di Istana Negara pada Jumat 8 November 2019 lalu,

Dia merukapan Sultan Buton yang dikenal sebagai jenderal perang gerilya dalam melawan penjajah Belanda di masa kepemimpinanya.

Sultan Himayatuddin Muhammad Saydi dikenal juga sebagai Oputa Yi Koo merupakan Sultan Buton ke 20 dan 23 pada 1755, dilansir tulisan Bardin, S.Pd yang diunggah melalui akun rahma-bungawaro.blogspot.com, Senin (16/5/2022).

Sosok pahlawan berjasa asal Sulawesi Tenggara itu, terkenal karena membela rakyat yang dijajah serta kegigihannya dalam perang melawan pemerintahan Belanda.

Baca juga: 4 Perang Terbesar di Indonesia, Terakhir Hasilkan Pengakuan Kedaulatan Negara

Gelar Oputa Yi Koo menurut masyarakat setempat, adalah bermakna raja atau penguasa yang gerilya melawan penjajahan di dalam hutan.

Sejarah Kesultanan Buton tercatat sebagai pemimpin yang memegang prinsip keadilan. Ia tak gentar melawan kekuasaan Belanda lantaran mengetahui VOC Belanda telah membuat peraturan pembatasan pelayaran warga Buton, pembebasan ini dibuat atas dasar kapal Belanda yang berlabuh di pelabuhan Buton serta menghancurkan tanaman rempah di Buton.

Baca juga: 5 Perang Besar yang Terjadi pada Bulan Syawal, Salah Satunya Merebut Kota Makkah!

Belanda membuat aturan ini untuk menciptakan derita hidup rakyat Buton yang mayoritas menggantungkan hidupnya di bidang maritim.

La Karambau (Himayatuddin) saat dilantik menjadi Sultan Buton ke-20 yang diberi gelar Sultan Himayatuddin, ia langsung menyatakan menentang peraturan Belanda.

Pertentangan yang dibuat oleh Sultan Buton terhadap Belanda mengundang perang terbuka melawan VOC Belanda yang terjadi pada tahun 1755-1776 selama 21 tahun, dalam perang ini pasukan pimpinan Himayatuddin sebanyak 5.000 prajurit. Atas dasar itu peneliti sejarah Prof. DR. Susanto Zuhdi mengusulkan Sultan Himayatuddin sebagai pahlawan nasional yang berjasa melawan penjajah.

Sultan Himayatuddin Muhammad Saydi menghembuskan napas terakhirnya pada tahun 1776 di usia 86 tahun.

Baca juga: Rusia dan Ukraina Lobi-Lobi Indonesia Minta Dukungan, Begini Upayanya!

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini