Share

Sosok Perempuan Cantik yang Buat Raja dan Patih Majapahit Bertengkar

Avirista Midaada, Okezone · Sabtu 14 Mei 2022 05:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 14 337 2593965 sosok-perempuan-cantik-yang-buat-raja-dan-patih-majapahit-bertengkar-q0SYt7d2TR.jpg Raja Majapahit, Hayam Wuruk (foto: dok wikipedia)

SOSOK Dyah Pitaloka membuat Raja Majapahit Hayam Wuruk jatuh cinta. Sosok ini merupakan putri dari Raja Sunda Maharaja Linggabuana Wisesa yang konon memiliki kecantikan yang membuat hati Hayam Wuruk kepincut.

Namun siapa sosok Dyah Pitaloka itu, naskah Carita Parahyangan menggambarkan demikian. Namun cerita Dyah Pitaloka itu tidak disinggung dalam naskah - naskah kuno lain seperti Kidung Sunda, Kidung Sundayana, dan Serat Pararaton.

 BACA JUGA:Mengenal 16 Pasukan Bhayangkara, Prajurit Elite Pengawal Raja Majapahit

Dikutip dari buku "Perang Bubat 1279 Saka : Membongkar Fakta Kerajaan Sunda vs Kerajaan Majapahit" tulisan Sri Wintala Achmad, naskah - naskah kuno juga tidak menyebutkan perihal ibu Dyah Pitaloka Citraresmi, yang merupakan permaisuri Maharaja Linggabuana Wisesa, istri raja Raja Sunda.

Dari sini bisa diketahui bahwa Dyah Pitaloka Citraresmi merupakan sosok fiktif dan misterius. Namun eksistensinya sebagai tokoh riil diyakini oleh banyak orang.

Terlepas apakah tokoh fiktif atau riil, Dyah Pitaloka Citraresmi telah diyakini oleh banyak orang sebagai salah seorang yang terlibat dalam peristiwa Perang Bubat. Akibat perang tersebut, Dyah Pitaloka Citraresmi yang akan disunting oleh Hayam Wuruk dan merupakan kekasih Gajah Mada melakukan bunuh diri. Sesudah ayah, ibu, dan rombongan pengiring pengantin Sunda tewas di tangan pasukan Majapahit di bawah komando Gajah Mada.

 BACA JUGA:Tiga Aliran Agama yang Coba Disatukan Hayam Wuruk saat Memerintah Majapahit

Bila berpijak pada Carita Parahyangan, maka tidak bisa disalahkan bila timbul teori bahwa Dyah Pitaloka Citraresmi bunuh diri karena menebus ambisinya yang salah, yakni menolak nikah dengan orang Sunda dan hanya menerima pinangan orang Jawa.

Ambisi yang justru menyebabkan malapetaka besar yakni tewasnya Maharaja Linggabuana Wisesa ayahnya, beserta seluruh rombongan pengantin Sunda. Tewasnya rombongan itu terjadi karena adanya Perang Bubat, yang disebabkan perbedaan pandangan antara Hayam Wuruk dan mahapatih Gajah Mada.

Dari uraian di muka, maka bisa dinyatakan bahwa Perang Bubat tidak sebagaimana dikisahkan dalam Kidung Sunda, Kidung Sundayana, dan Serat Pararaton cenderung disebabkan oleh Gajah Mada, melainkan dipicu oleh ambisi Dyah Pitaloka Citraresmi, yang mau menikah dengan orang Jawa.

Karenanya tidak salah pula bila beberapa pengarang fiksi sejarah berpendapat bahwa Dyah Pitaloka Citraresmi merupakan kekasih Gajah Mada.

Apalagi saat itu Gajah Mada dikuasai ambisinya untuk menaklukkan Sunda yang belum bisa ditaklukkan oleh Majapahit, pasca Sumpah Palapa yang diucapkannya. Sementara bagi Hayam Wuruk, cintanya kepada Dyah Pitaloka bukanlah ada embel-embel politik kekuasaan yang seperti dianggap mahapatihnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini