Share

Kasus Suap Wali Kota Ambon, Ini Pesan KPK terhadap Karyawan Minimarket yang Tak Kooperatif

Nur Khabibi, MNC Portal · Jum'at 13 Mei 2022 23:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 13 337 2593947 minta-karyawan-minimarket-kooperatif-ketua-kpk-jangan-pernah-ada-pihak-yang-menyembunyikan-rxBI3SrowQ.jpg Ketua KPK, Firli Bahuri (foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan tiga tersangka atas perkara dugaan suap pemberian persetujuan izin prinsip pembangunan cabang retail atau minimarket tahun 2020 di Kota Ambon. Mereka adalah Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy (RL); Staf Tata Usaha Pimpinan Pemkot Ambon, Andrew Erin Hehanusa (AEH); dan Karyawan Alfamidi, Amri.

Saat penetapan tersangka, terdapat hanya dua tersangka yang hadir, yakni RL dan AEH. Untuk AR masih belum memenuhi panggilan KPK.

 BACA JUGA:Wali Kota Ambon Dijemput Paksa Penyidik KPK saat di Rumah Sakit

Merespons hal tersebut, Ketua KPK, Firli Bahuri mengimbau AR untuk kooperatif dan hadir memenuhi panggilan Tim Penyidik. Surat pemanggilan pun akan segera dikirimkan.

"Berdasarkan dan sesuai ketentuan dan peraturan perundangan KPK memerintahkan kepada saudara AR untuk segera memenuhi kewajiban untuk hadir di dalam panggilan KPK," ujar Firli dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (13/5/2022).

 BACA JUGA:Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy Resmi Jadi Tersangka Kasus Suap Izin Retail

Firli pun juga menghimbau kepada pihak-pihak yang tau akan keberadaan Amri agar segera memberitahukan kepada KPK. Dan akan menindak siapapun pihak yang dengan sengaja menyembunyikan Amri.

"Dan tentu juga kami himbau jangan pernah ada pihak yang menyembunyikan terhadap keberadaan AR karena sesungguhnya menghambat menghalangi proses penyidikan juga termasuk tindak pindana korupsi sebagaimana dimaksud Pasal 21," tegas Firli.

KPK telah menetapkan Richard dan dua orang lainya sebagai tersangka dugaan suap terkait persetujuan izin prinsip pembangunan cabang retail AlfaMidi tahun 2020 di Kota Ambon dan penerimaan Gratifikasi. Kedua orang tersangka lainnya yakni Karyawan AlfaMidi Kota Ambon, Amri (AR) dan Staf Tata Usaha Pimpinan pada Pemkot Ambon, Andrew Erin Hehanussa (AEH).

Atas perbuatannya tersebut, Richard dan Andrew disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau pasal 11 dan pasal 12 B Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UndangUndang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UndangUndang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Sedangkan, Amri disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini