Share

Kisah Arya Wiraraja, Sosok Bupati Madura yang Terkenal Licik

Alyssa Nazira, Okezone · Sabtu 14 Mei 2022 06:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 13 337 2593898 kisah-arya-wiraraja-sosok-bupati-madura-yang-terkenal-licik-paZeUBKQU0.jpeg Ilustrasi (Foto: Ist)

JAKARTA - Lantaran tak melihat adanya harapan untuk menang, Pangeran Wijaya memutuskan kabur ke pulau terdekat, yaitu Madura.

la berharap agar Bupati Madura, Arya Wiraraja, yang sulit ditebak jalan pikirannya itu, tetap setia kepada Kerajaan Singasari, walaupun sang raja telah gugur.

Namun, tanpa sepengetahuan Pangeran Wijaya, ternyata selain sulit ditebak jalan pikirannya, Arya Wiraraja, sang bupati Madura itu juga merupakan seorang yang licik. Ia suka berkomplot ke sana kemari.

Beruntung, untuk saat ini, sang bupati siap membantu Wijaya sampai ia mengetahui ke arah mana angin berhembus.

Sesampainya di Madura, Pangeran Wijaya dan kawan-kawan langsung menuju Sumenep mencari Arya Wiraraja yang tengah mengadakan rapat di aulanya. Namun, saat mereka tiba, Wiraraja menghentikan pertemuan, keluar dari aula dan menghilang begitu saja.

Hal yang dilakukan oleh bupati Madura tersebut tentunya membuat Pangeran Wijaya dan kawan-kawan merasa kebingungan. Apa mungkin begitu mengetahui keadaan dan berita kedatangan mereka di Madura, sang bupati memutuskan berkhianat dan pergi?

Tetapi, tak lama berselang lama, sang bupati, Arya Wiraraja, kembali dengan membawa seekor kuda, dan menyambut mereka dengan keramahan yang luar biasa, seraya meminta Pangeran Wijaya agar naik ke punggung kuda tersebut.

BACA JUGA:Aturan Ketat Pernikahan, Istilah Wulanjar Gadis Rasa Janda Mencuat di Masa Kerajaan Majapahit 

Arya Wiraraja pun mengantar para tamu ke rumahnya, di sana Pangeran Wijaya dan kawan-kawan disambut dengan pakaian baru, makanan, dan minuman yang telah disiapkan oleh istri Wiraraja. Pangeran Wijaya yang terkejut oleh keramahan Arya Wiraraja sontak menyatakan bahwa seandainya ia berhasil menguasai Jawa, ia akan membagi rata daerah kekuasaannya dengan Arya Wiraraja.

Kedua laki-laki itu pun duduk bersama membahas strategi merebut kekuasaan dari Raja Jayakatwang, yang sebetulnya masih berhubungan baik dengan sang bupati yang licik itu. Mereka memutuskan agar sebelum membangun basis kekuatan sendiri, Pangeran Wijaya harus berpura-pura bahwa sang tuan rumah, Wiraraja, telah membujuknya untuk menyerah kepada kerajaan baru hasil penyatuan antara Kediri dan Singasari.

Sumber: Buku Gayatri Rajapatni: Perempuan di Balik Kejayaan Majapahit karya Earl Drake

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini