Share

Viral Ciputat Disebut Gantikan 'Planet Bekasi' Gegara Suhu Terpanas Se-Indonesia

Dimas Choirul, MNC Media · Jum'at 13 Mei 2022 16:59 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 13 337 2593776 viral-ciputat-disebut-gantikan-planet-bekasi-gegara-suhu-terpanas-se-indonesia-9qiWdUDV27.jpg Petugas Stasiun Klimatologi BMKG Kelas II Tangsel mengamati penyinaran matahari dengan alat Campbell Stokes. (Foto: Antara)

JAKARTA - Wilayah Ciputat, Tangerang Selatan belakangan ramai dibicarakan oleh warganet. Hal itu berkaitan dengan suhu daerah tersebut jadi yang terpanas di Indonesia. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Ciputat mengalami kenaikan suhu hingga 36 derajat celsius.

Bahkan salah satu akun IG @grebe.official meramaikan perbincangan netizen dengan menyebut posisi ‘Planet Bekasi’ yang selama ini terkenal bersuhu panas tergantikan oleh ciputat.

Lantas, bagaimana penjelasan BMKG terkait suhu panas di Ciputat? Kabid Prediski dan Peringatan Dini Cuaca BMKG Miming Saefudin ketika dihubungi MNC Portal mengatakan, kondisi suhu udara permukaan di suatu wilayah secara lokal sangat dipengaruhi oleh posisi lintang, topografi, jarak dari lautan, sirkulasi udara, dan faktor lokal seperti tutupan lahan (banyak tidaknya pepohonan, atau dominasi pembangunan perkotaan,dan lain sebagainya).

Berdasarkan data pemantauan suhu udara maksimum yang diukur dari Balai BMKG II antara periode tanggal 1 - 11 Mei 2022, daerah Ciputat menunjukkan nilai yang berkisar antara 33.8-36.0 derajat celsius. Nilai ini cukup tinggi jika dibandingkan dengan wilayah Indonesia lain.

Baca juga:  Mayat Pria dengan Bercak Darah Bikin Gempar Warga Ciputat

"Hal ini kemungkinan dikarena wilayah Ciputat dan sekitarnya berada pada elevasi rendah dan cukup dekat dengan permukaan laut," ungkapnya.

Selain itu, lanjutnya, tutupan lahan yang didominasi oleh bangunan dan minimnya area pepohonan juga cukup berpengaruh pada peningkatan suhu udara permukaan.

Keberadaan bangunan dengan ketinggian homogen juga berpengaruh pada kurang lancarnya aliran udara permukaan.

"Jadi faktor secara umumnya adalah kondisi lokal lingkungan di wilayah Ciputat sangat berpengaruh juga terhadap kondisi suhu yang lebih panas dibandingkan sekitarnya," paparnya.

Sekedar informasi, Berdasarkan peta perkiraan awal musim kemarau BMKG, saat ini sebagian besar wilayah Jawa mulai memasuki awal musim kemarau. Sementara sebagian lainnya masih periode transisi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini