Share

Polri: 2 dari 5 WNI Fasilitator Keuangan ISIS Pernah Divonis Penjara

Puteranegara Batubara, Okezone · Jum'at 13 Mei 2022 13:56 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 13 337 2593622 polri-2-dari-5-wni-fasilitator-keuangan-isis-pernah-divonis-penjara-9aELvDK6dY.jpg Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan (Foto: Sindonews)

JAKARTA - Polri menyatakan dua dari lima WNI yang disanksi oleh Amerika Serikat (AS) lantaran diduga menjadi fasilitator keuangan kelompok terorisme ISIS, pernah diproses hukum atau divonis.

"Perlu kami sampaikan bahwa dari lima tersebut ada dua orang yang pernah diproses dan telah divonis ya," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan kepada awak media, Jakarta, Jumat (13/5/2022).

BACA JUGA:5 WNI Diduga Jadi Penyumbang Dana ISIS, Apa Kata Pemerintah? 

Ramadhan merinci, sosok WNI yang pernah menjalani proses hukum pertama adalah Rudi Heriadi. Bahkan, ia telah dua kali dihukum. Namun, saat ini telah dinyatakan bebas. "Kemudian, 1 lagi (Ari Kardian) sudah juga diproses di tahun 2019 ya, dan mendapatkan vonis selama 3 tahun setengah," ujar Ramadhan.

Sementara itu, Dwi Dahlia Susanti, Muhammad Dandi Adhiguna, dan Dini Ramadani, kata Ramadhan, disinyalir mereka bertiga saat ini berada di Negara Suriah.

"Yang 2 dia adalah wanita, inisial DD dan DR. Hasil penelusuran 2 orang WNI tersebut rekam jejaknya berada di Negara Suriah. Rekam jejak itu berdasarkan dokumen perrjalanan. Kemudian, yang satu lg atas nama MD, ini menurut informasi dari keluarganya saat ini saudara MD berada di Suriah," ucap Ramadhan.

Dalam sebuah pernyataan Departemen Keuangan AS menuduh kelima orang tersebut berperan dalam memfasilitasi perjalanan anggota ISIS ke Suriah dan wilayah operasi yang lainnya. Kelimanya juga dituduh melakukan pengiriman dana untuk mendukung kegiatan milisi tersebut di kamp-kamp pengungsi Suriah. Jaringan itu menghimpun dana di Indonesia dan Turki untuk aktivitas ISIS.

BACA JUGA:Polri Koordinasi dengan Interpol Terkait 3 WNI Fasilitator Keuangan ISIS 

Sanksi yang diberikan adalah pembekuan aset di AS dan larangan bagi warga Amerika Serikat untuk berurusan dengan mereka.

Diketahui, lima orang itu adalah Dwi Dahlia Susanti, Rudi Heryadi, Ari Kardian, Muhammad Dandi Adhiguna, dan Dini Ramadani.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini