Share

Jurnalis Al Jazeera Tewas Ditembak di Tepi Barat, IJTI Ingatkan Ancaman Kemerdekaan Pers di Dunia

Tim Okezone, Okezone · Jum'at 13 Mei 2022 04:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 13 337 2593364 jurnalis-al-jazeera-tewas-ditembak-di-tepi-barat-ijti-ingatkan-ancaman-kemerdekaan-pers-di-dunia-cmoyUG4b6w.jpg Para pelayat saat bersama jenazah jurnalis Al Jazeera yang tewas ditembak militer Israel (foto: Reuters)

JAKARTA - Shireen Abu Akleh (51), jurnalis veteran Al Jazeera tewas ditembak oleh tentara Israel saat meliput serangan militer Israeldi sebuah kamp Palestina di Tepi Barat.

Ketua Umum Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Herik Kurniawan mengatakan, peristiwa tersebut telah menodai kemerdekaan pers sedunia yang baru saja dirayakan pada awal bulan Mei lalu, dan tewasnya Shireen Abu Akleh akibat konflik Israel dan Palestina semakin menambah daftar jurnalis yang dibunuh di dunia.

"Dalam kurun waktu 10 tahun setidaknya ada 562 jurnalis di dunia yang dibunuh. Sementara pada tahun 2021 ada sebanyak 45 jurnalis yang tewas di bunuh di seluruh dunia," kata Herik dalam keterangannya, Kamis (12/5/2022).

 BACA JUGA:Jurnalis Al Jazeera Tewas Ditembak, Presiden Palestina Bakal Seret Israel ke Mahkamah Pidana Internasional

Menurutnya, tewasnya Shireen Abu Akleh serta jurnalis lainnya di berbagai belahan dunia saat menjalankan tugas mulianya, menjadi bukti betapa masih rentannya keselamatan bagi para jurnalis, dan dunia telah bersepakat bahwa profesi jurnalis adalah profesi yang harus dilindungi dan terbebas dari segala intervensi.

"Kasus kekerasan yang menimpa jurnalis saat menjalankan tugasnya harus menjadi perhatian seluruh dunia. Karena situasi ini menjadi ancaman serius bagi kemerdekaan pers di seluruh dunia," sambungnya.

 BACA JUGA:Jurnalis Al Jazeera Tewas Ditembak di Tepi Barat, Presiden Palestina: Israel Bertanggung Jawab Penuh

Kata Herik, IJTI menaruh perhatian serius terhadap kasus kekerasan yang menimpa para jurnalis tidak hanya di dalam negeri, namun juga di berbagai belahan dunia terutama tewasnya Shireen Abu.

Atas tragedi ini, sambung Herik, IJTI menyampaikan beberapa hal sebagai berikut :

1. Menyampaikan keprihatinan serta duka yang mendalam atas meninggalnya Shireen Abu Akleh saat meliput konflik Israel dan Palestina.

2. Mengecam dan mengutuk segala bentuk kekerasan kepada para jurnalis di berbagai belahaan dunia.

3. Meminta kepada badan dunia untuk komitmen menjaga dan melindungi para jurnalis yang tengah menjalankan tugasnya.

4. Mendesak otoritas dunia agar dilakukan investigasi mendalam dan transparan terhadap kasus tewasnya Shireen.

5 Mengajak seluruh organisasi jurnalis di dunia untuk bersatu melawan berbagai kekerasan terhadap jurnalis.

6. Menyerukan kepada seluruh jurnalis di Indonesia dan di dunia untuk mengutamakan keselamatan saat menjalankan tugasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini