Share

5 WNI Diduga Jadi Penyumbang Dana ISIS, Apa Kata Pemerintah?

Tim Okezone, Okezone · Kamis 12 Mei 2022 05:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 11 337 2592634 5-wni-diduga-jadi-penyumbang-dana-isis-apa-kata-pemerintah-GmwcveTk1Q.jpg Menko Polhukam, Mahfud MD (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menko Polhukam Mahfud MD menyebut pemerintah Indonesia akan terlebih dulu menyelidiki informasi terkait lima orang WNI yang disanksi oleh Amerika Serikat (AS). Mereka diduga menjadi fasilitator keuangan kelompok terorisme ISIS.

Sebab kata Mahfud, informasi tersebut masih bersifat mentah dan perlu konfirmasi lebih lanjut.

"Akan kami selidiki dulu kebenarannya. Sampai sejauh ini informasi tersebut masih info mentah ya," tutur Mahfud kepada wartawan, Selasa (10/5/2022).

Kendati demikian, jika informasi tersebut terbukti benar makan kelima orang tersebut akan ditindak sesuai aturan hukum yang berlaku. Terutama, menggunakan Undang-Undang (UU) tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

"Kalau ternyata itu benar tentu akan kita tindak. Sesuai dengan UU Nomor 5 Tahun 2018," ucapnya.

Dia menyebut, seseorang yang menjadi penyandang dana terorisme makan sudah layak disebut sebagai teroris. Dia kembali menegaskan bahwa pemerintah akan meminta kelengkapan data ihwal informasi tersebut.

"Penyandang dana terorismenya ya tetoris namanya. Akan kita minta dulu kelengkapan infonya," katanya.

Dalam sebuah pernyataan Departemen Keuangan AS menuduh kelima orang tersebut berperan dalam memfasilitasi perjalanan anggota ISIS ke Suriah dan wilayah operasi yang lainnya.

Kelimanya juga dituduh melakukan pengiriman dana untuk mendukung kegiatan milisi tersebut di kamp-kamp pengungsi Suriah. Jaringan itu menghimpun dana di Indonesia dan Turki untuk aktivitas ISIS.

Sanksi yang diberikan adalah pembekuan aset di AS dan larangan bagi warga Amerika Serikat untuk berurusan dengan mereka.

Diketahui, lima orang itu adalah Dwi Dahlia Susanti, Rudi Heryadi, Ari Kardian, Muhammad Dandi Adhiguna, dan Dini Ramdhani.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini