Share

Miris, Warga Lombok Barat Gotong Pasien Pakai Sarung Imbas Tak Ada Akses Jalan

Ji Edy Gustan, MNC Portal · Rabu 11 Mei 2022 18:58 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 11 337 2592605 miris-warga-lombok-barat-gotong-pasien-pakai-sarung-imbas-tak-ada-akses-jalan-qOvmLh1vaK.JPG Foto: Facebook Jhoni Iskandar

LOMBOK BARAT - Masyarakat Dusun Bunut Boyot, Desa Bengkaung, Kecamatan Batulayar, Lombok Barat terpaksa harus menggotong salah satu warganya yang sakit dengan kain sarung menuju rumah sakit.

Jhoni Iskandar yang merupakan warga Dusun Bunut Boyot mengunggah hal itu ke akun Facebooknya pada Rabu (11/5/2022). Unggahan itu langsung mendapat perhatian Pemerintah Provinsi NTB.

Tari nama pasien yang merupakan ibu muda yang baru melahirkan. Dia terpaksa digotong dari dusun yang terletak di ketinggian menuju jalan beraspal untuk selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit. Kondisinya yang lemah membuat masyarakat beraksi cepat. Tari harus kontrol rutin pascamelahirkan.

Jhoni yang dihubungi MPI mengatakan kondisi itu sudah berlangsung lama. Artinya, masyarakat sukarela bergotong royong menggotong pasien yang kondisinya sangat membutuhkan pertolongan. Tidak sekadar pasien ibu melahirkan. Tapi juga petani gula aren yang mengalami kecelakaan kerja.

Masyarakat Dusun Bunut Boyot harus menempuh jarak 1 kilometer jalan kaki menuju jalan beraspal. Meski jalur dari dusun tersebut sudah dirabat, tapi kondisi jalan ekstrim memaksa mereka membawa pasien dengan cara digotong.

Pasien diletakkan sedemikian rupa di dalam sarung. Dengan sebilah bambu yang dimasukkan ke dalam sarung menjadi alat panggulnya.

"Sejatinya ini bukan tradisi. Tapi memang harus dilakukan lantaran kondisi infrastruktur jalan yang ekstrim," ujar Jhoni kepada MPI Rabu (11/5/2022).

Dusun Bunut Boyot terletak di atas pegunungan. Lokasinya berada tidaj jauh dari kawasan wisata Senggigi. Jhoni mengatakan, Dusun Bunut Boyot letakknya paling tinggi dibandingkan enam dusun lainnya. Musim hujan juga menjadi alasan mengapa masyarakat menggotong pasien. Sebab, sangat beresiko jika memksa menggunakan roda dua.

Warga juga tidak pandang waktu. Kapanpun dibutuhkan, warga akan sigap saling tolong menolong. Pemerintah desa setempat dinilai tetap merespone kondisi tersebut. Hanya saja, keterbatasan juga membuat pihak desa tidak dapat berbuat banyak.

"Kondisinya memang begini. Kecuali mungkin ada perhatian pemerintah kabupaten atau provinsi untuk memperbaiki infrastruktur jalan," ungkapnya.

Kendala infrastruktur juga berdampak pada sektor pendidikan. Menurut Jhoni, tidak banyak masyarakat Dusun Bunut Boyot yang melanjutkan sekolah hingga lulus SMA sederajat.

Jhoni sendiri merupakan salah satu yang berjuang melanjutkan studi ke perguruan tinggi meski sudah menikah. Itu dilakukan untuk memberi contoh kepada generasi muda lainnya akan pentingnya pendidikan.

Dia berharap pemerintah Kabupaten Lombok Barat bahkan Pemerintah Provinsi NTB tidak tutup mata dengan kondisi dusunnya. Termasuk dusun-dusun lain di sejumlah desa yang ada di Kecamatan Batulayar. Menurutnya, keberhasilan NTB menggelar MotoGP Mandalika seyogyanya linier dengan kondisi masyarakat di bawah.

"Terimakasih atas respon cepat dari pemerintah Provinsi NTB. Saya sering menyampaikan hal ini di beberapa group tapi tidak kunjung ada perhatian. Alhamdulillah jika postingan saya di FB mendatangkan manfaat bagi masyarakat," ungkapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini