Share

TGB Ajak Mahasiswa Muhammadiyah Berau Teladani Kiai Ahmad Dahlan

Tim Okezone, Okezone · Selasa 10 Mei 2022 19:28 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 10 337 2591964 tgb-ajak-mahasiswa-muhammadiyah-berau-teladani-kiai-ahmad-dahlan-0qnVyu8mVj.jfif TGB HM Zainul Majdi

JAKARTA – Semangat perjuangan KH Ahmad Dahlan mendirikan ormas Islam Muhammadiyah harus diteladani. Hal ini ditekankan ulama asal Nusa Tenggara Barat (NTB), TGB HM Zainul Majdi, saat mengisi kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Berau.

“Almaghfurlah Kiai Ahmad Dahlan menghadirkan Muhammadiyah bukan hanya untuk Islam, tapi untuk bangsa Indonesia,” kata TGB kepada wartawan, Selasa (10/5/2022).

TGB mengajak mahasiswa yang hadir kembali membaca kiprah dan perjuangan Kiai Ahmad Dahlan. Dengan begitu, spirit perjuangan yang telah dilakukan dapat dilanjutkan.

“Salah satu yang sering dibaca beliau (KH Ahmad Dahlan) adalah Surat Al Maun,” ucapnya.

Di dalam surat ini, lanjut Doktor Ahli Tafsir Alquran ini, menjelaskan tentang orang yang mendustakan agama. Mereka yang menghardik anak yatim, tidak memberi makan orang miskin, orang yang lalai dalam salat, berbuat ria, dan enggan memberi bantuan.

“Beliau memberi kita teladan, berislam tak cukup tak hanya pengakuan. Tak hanya kebaikan diri sendiri atau individu. Tapi, mampu menebarkan kemanfaatan kepada siapapun di sekitar,” ujarnya.

Teladan lain, ia melanjutkan, ulama dan para pendiri bangsa seperti Soekarno, Hatta, M Yamin, dan banyak lagi sanggup mengelola waktu dengan baik. Memaksimalkan potensi diri.

“Waktu zaman beliau-beliau itu sama dengan kita, sama-sama 24 jam. Namun, beliau semua sanggup memaksimalkan denga baik,” ujarnya.

BACA JUGA:Syukuri Kerukunan di Indonesia, TGB: Lihatlah Perang Rusia-Ukraina, Padahal Satu Suku Bangsa 

Ketua Umum PB Nahdlatul Wathan Diniyyah Islamiyah (NWDI) ini menyinggung pemanfaatan waktu di negara maju. Di beberapa negara seperti Swedia atau Denmark, jam kerja lebih pendek bila dibanding di Indonesia.

Dari 6 hari kerja menjadi 5 hari kerja. Sekarang sudah menjadi 4 hari kerja.

“Mereka maju karena memanfaatkan jam kerja sebaik mungkin. Kita memakai deret hitung, mereka memakai deret ukur, orientasinya produktivitas,” tuturnya.

Di dalam Islam, lanjut TGB, Allah membicarakan waktu di dalam Alquran. Hingga bersumpah dengan waktu. Para ulama menjelaskan, ketika Allah sudah menggunakan sumpah, itu berarti benar-benar penting. Seperti surat tentang duha, malam, subuh, dan waktu.

“Kebangkitan diuraikan dengan detil dan diarahkan dengan baik. Manusia, yang dapat membentu masa atau era. Yang bisa menentukan Berau itu adalah mahasiswa semua,” tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini