Share

Viral Polisi Minta Maaf dan Cium Tangan Pelaku Pencabulan

Febriyono Tamenk, iNews · Selasa 10 Mei 2022 15:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 10 337 2591788 viral-polisi-minta-maaf-dan-cium-tangan-pelaku-pencabulan-E974g8c658.jpg Polisi minta maaf dan cium tangan pelaku pencabulan. (iNews/Febriyono Tamenk)

MUNA - Viral video Kasat Reskrim Polres Muna Iptu Astaman Rifaldy Saputra mencium tangan pelaku pencabulan. Peristiwa itu terjadi saat dia akan memasukkan pelaku ke sel tahanan.

Dalam video itu tampak suasana haru saat Ipda Astaman menangkap DS (45). pelaku dugaan tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur. Dia juga meminta maaf kepada keluarga pelaku.

Kemudian diketahui, DS merupakan saudara sepupu Ipda Astaman. Namun karena menjunjung tinggi tugas dan menjaga profesionalitas, dia menangkap saudaranya.

"Saya minta maaf kepada seluruh keluarga besar karena harus menangkap DS. Dia ini kerabat saya. Kakek saya dan neneknya kakak beradik. Namun, saya harus profesional sebagai anggota Polri," ujar Ipda Astaman, Selasa (10/5/2022).

Dari informasi diperoleh, DS diduga mencabuli anak tirinya berinisial RS (14). Aksi bejat pelaku telah dilakukan puluhan kali. Selama 7 tahun sejak 2015 hingga 2021, dia memaksa korban berhubungan intim hingga hamil 8 bulan.

Awalnya pencabulan terjadi saat RS yang masih kelas 1 SMP diajak pelaku jalan-jalan menggunakan mobil. Sesampainya di Desa Lagai, Kecamatan Lawa, Kabupaten Muna Barat, pelaku memakirkan kendaraannya dan menyetubuhi anak tirinya dalam mobil.

Sejak peristiwa tersebut, pelaku semakin sering melakukan aksi bejatnya di beberapa tempat hingga tak terhitung. Peristiwa ini terungkap saat korban RS merasa sudah tak tahan dijadikan budak seks ayah tirinya.

Korban pun melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Muna hingga pelaku DS akhirnya ditangkap. Dari hasil penangkapan, petugas menyita seragam sekolah milik korban.

"Pelaku sudah kami tangkap dan kami tahan untuk diperiksa petugas," ujar Wakapolres Muna Kompol Anggi Siahaan, Selasa (10/5/2022).

Atas perbuatanya, pelaku dijerat Pasal 28 ayat 1 junto Pasal 76 E Nomor 35 Tahun 2014 dan UU Nomor 1 Tahun 2019. Dia disangkakan pasal perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara atau denda Rp5 miliar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini