Share

Lily Wahid Wafat, Fahri Hamzah: Anggota DPR yang Mendukung Angket Century

Kiswondari, Sindonews · Senin 09 Mei 2022 18:44 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 09 337 2591349 lily-wahid-wafat-fahri-hamzah-anggota-dpr-yang-mendukung-angket-century-NmKRwFMCyb.jpeg Lily Wahid (dok. Okezone.com)

JAKARTA – Wakil Ketua Umum DPN Partai Gelora Indonesia, Fahri Hamzah menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya Lily Chodidjah Wahid. Menurutnya, almarhumah Lily merupakan seorang aktivis yang menjadi anggota DPR RI periode 2009-2014 dari Fraksi PKB, dia juga sangat aktif termasuk mendukung Hak Angket Skandal Bank Century.

H. Lily Chodidjah Wahid (4 Maret 1948 – 9 Mei 2022) adalah seorang aktifis yg pernah menjadi anggota DPRRI periode 2009-2014 dari PKB mewakili Jawa Timur. Ketika beliau menjadi anggota DPR beliau sangat aktif, termasuk mendukung Hak Angket Skandal Bank Century,” cuit Fahri di akunnya @Fahrihamzah, Senin (9/5/2022).

Menurut mantan Wakil Ketua DPR ini, sebagai sesama anggota DPR di periode yang sama, dirinya menyaksikan sendiri keaktifan Lily Wahid dalam menggunakan hak-hak konstitusionalnya sebagai anggota DPR. Bukan hanya Bank Century, dia juga mendukung angket perpajakan dan menolak kenaikan BBM.

“Sebagai sesama anggota dewan pada periode itu saya menyaksikan keaktifan ibu Lily yang luar biasa dalam menggunakan hak-hak konstitusionalnya, menjalankan tugas pengawasan. Kami sama-sama mendukung hak angket kasus Bank Century, angket perpajakan dan menolak kenaikan BBM,” tulisnya lagi.

Namun, kata Fahri, Lily Wahid telah menjadi korban dari elite politik yang memahami kebebasan sebagai anggota DPR, sehingga ia diberhentikan sebagai anggota dewan karena dianggap melawan pimpinan partai. Karena pemerintah tidak menyukai hak angket, sehingga biasanya pemerintah menekankan pejabat partai untuk memecat anggota yang kritis, atau menggantinya dengan anggota lain (pergantian antarwaktu/PAW)

“Akhirnya, Ibu Lily adalah korban dari elit politik yg tidak memahami kebebasan anggota @DPR_RI dalam tugas pengawasan. Dan beliau diberhentikan sebagai anggota dewan karena dianggap melawan pimpinan partai. Eksekutif selalu tidak suka dengan hak angket,” ungkapnya.

“Biasanya, pemerintah menekan pejabat partai untuk melakukan pemecatan atau minimal pergantian kepada seorang anggota dewan yang kritis dan sangat aktif melakukan investigasi penyimpangan yang dilakukan oleh pemerintah. Dalam sistem kita pimpinan parpol sangat rawan ditekan!,” kata Fahri.

Karena itu, Fahri menilai, Lily merupakan sosok perempuan yang teguh dalam menjalankan tugas-tugas pengawasan dewan. Tidak pernah berhenti untuk menyampaikan kritik terhadap pemerintah tak peduli suka atau tidak.

“Dan ibu Lily adalah seorang perempuan yang Teguh dalam menjalankan tugas-tugas pengawasan dewan. Tiada hari tanpa kritik dan pengawasan yang tajam kepada pemerintah dan dia tidak peduli pemerintah suka atau tidak karena kebenaran harus disampaikan apa adanya,” katanya.

Fahri pun menyampaikan selamat jalan kepada Lily Wahid. Menurutnya, jagad politik Tanah Air kehilangan sosok pejuang yang teguh pendirian dan mendoakan segala amal dan perjuangannya.

“Selamat jalan bu Lily, sungguh Jagad politik kita kehilangan seorang pejuang yang Teguh pendirian. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala menerima segala amal dan perjuangan, semoga keluarga yang ditinggal diberikan kesabaran. amin YRA,” tulis Fahri mengakhiri cuitannya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini