Share

Fantastis! TNI AL Sita 179 Kg Kokain Senilai Rp1,2 Triliun saat Arus Balik Dekat Pelabuhan Merak

Riezky Maulana, iNews · Senin 09 Mei 2022 16:28 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 09 337 2591255 fantastis-tni-al-sita-179-kg-kokain-senilai-rp1-2-triliun-saat-arus-balik-dekat-pelabuhan-merak-ZqkWdsiTlJ.jpg Foto: MNC Portal

JAKARTA โ€“ Arus balik Lebaran ternyata dimanfaatkan oleh segelintir orang untuk melakukan tindak kejahatan. Salah satunya peredaran narkoba dengan nilai yang fantastis.

(Baca juga: Bawa Mata Busur saat Beli Sabu, Pemuda Ditangkap Polisi)

Peredaran narkoba tersebut digagalkan oleh Tim Satgas TNI Angkatan Laut (AL) yang menyita 179 kilogram kokain di perairan Selat Sunda di sekitar Pelabuhan Merak. Diperkirakan harga 179 kg kokain itu senilai Rp 1,2 triliun.

Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono mengatakan, Prajurit TNI AL yang bertugas di perairan Selat Sunda di sekitar Pelabuhan Merak telah menemukan benda yang mengapung, dan mencurigakan berupa 4 buah bungkusan plastik hitam berisi kokain.

โ€œBarang tersebut diangkut dibawa ke Lanal Banten untuk diadakan pemeriksaan selanjutnya, kemudian koordinasi dengan BNN Provinsi Banten, dugaan awal barang tersebut ternyata benar adalah narkotika jenis kokain sebesar 179 kg," ujarnya kepada wartawan, Senin (9/5/202).

Dia membeberkan kronologi penemuan kokain oleh tim satgas TNI AL pada Minggu (8/5), sekitar pukul 12.30 WIB.

"Asumsi harga menurut BNN sekitar Rp 5 sampai dengan 7 juta per gram, maka nilai total perkiraan adalah Rp 1,25 triliun, barang tersebut akan dilaksanakan tes di laboratorium," jelasnya.

Ahmadi juga menjelaskan jaringan yang menyelundupkan narkotika lewat perairan tersebut. Pihaknya menduga pelaku melempar barang tersebut dengan pelampung dan nantinya akan ada yang mengawasi dan mengambil narkoba tersebut hingga sampai ke perairan Indonesia.

"Ini adalah salah satu modus operandi cara memasukkan barang haram ke Indonesia, yaitu dengan cara melempar dengan pelampung di perairan dengan kemungkinan pertama adalah sudah ada orang yang akan ambil, jadi mungkin sekitar tersebut sudah ada perahu cepat atau orang-orang yang awasi pergerakan barang tersebut," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini