Share

Gempa M5,6 Guncang Halmahera Barat, Ini Hasil Analisa BMKG

Binti Mufarida, Sindonews · Senin 09 Mei 2022 08:12 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 09 337 2590911 gempa-m5-6-guncang-halmahera-barat-ini-hasil-analisa-bmkg-LZkfpixdWs.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi dengan magnitudo (M) 5,6 di Pantai Barat Laut Halmahera Barat, Maluku Utara pukul 04.51.39 WIB merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat deformasi pada zona subduksi.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat deformasi pada zona subduksi,” kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno dalam keterangannya, Senin (9/5/2022).

Diketahui, episenter gempa bumi terletak pada koordinat 1,83° LU ; 127,15° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 46 Km arah Barat Laut Loloda, Halmahera Barat, Maluku Utara pada kedalaman 50 km.

Sementara itu, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault).

Gempa bumi ini dirasakan di daerah Ibu dan Loloda dengan skala intensitas IV MMI ( Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah), daerah Galela dengan skala intensitas III-IV MMI ( Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah).

Baca juga: Gempa M3,4 Guncang Tanggamus, BMKG: Hati-hati Gempa Susulan

Daerah Ternate, Tidore, dan Morotai dengan skala intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu), dan daerah - III Kao dengan skala intensitas II-III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu).

Baca juga: Gempa M5,8 Guncang Halmahera Barat, BMKG: Waspadai Gempa Susulan

“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami,” tegas Bambang.

BMKG pun mengimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah,” tegas Bambang.

Baca juga: BMKG: Gempa M5,2 di Melonguane Akibat Aktivitas Sesar Lempeng Laut Maluku

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini