Share

Ternyata Ada Pejabat Setingkat Menko di Era Kerajaan Majapahit, Ini Nama dan Fungsinya

Avirista Midaada, Okezone · Minggu 08 Mei 2022 10:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 08 337 2590590 ternyata-ada-pejabat-setingkat-menko-di-era-kerajaan-majapahit-ini-nama-dan-fungsinya-Kv55oIXcxF.jpeg Kerajaan Majapahit. (Foto: Istimewa)

NAMA Mpu Kapat mungkin tak seterkenal Mpu Nala, panglima perang Kerajaan Majapahit atau Mpu Prapanca yang menjadi penulis kitab Nagarakretagama. Namun sosok Mpu Kapat konon menjadi sosok pejabat penting semasa Majapahit diperintah oleh Jayanagara, yang masih hidup sejak era Kerajaan Singasari masih ada. 

Sosoknya menjabat sebagai wreddha menteri yang konon memiliki posisi strategis di pemerintahan Majapahit. Sebagaimana dikutip dari buku "Tafsir Sejarah Nagarakretagama" tulisan Prof. Slamet Muljana, jabatan wreddha menteri sendiri merupakan jabatan di pemerintahan saat Kerajaan Majapahit berkuasa. Jabatan ini seperti menteri sepuh atau menteri senior di Majapahit. 

Tak dijelaskan secara pasti apa fungsi jabatan wreddha menteri, tetapi secara tidak langsung tugas yang diemban wreddha menteri berhubungan dengan urusan pemerintahan seperti Sang Panca Wilwatikta atau lima orang pembesar di Kerajaan Majapahit yakni Patih, Demung, Kanuruhan, Rangganng, dan Tumenggung. Bisa jadi tugas dari wreddha menteri ini layaknya menteri koordinator di era pemerintahan saat ini. 

 Baca juga: Tiga Aliran Agama yang Coba Disatukan Hayam Wuruk saat Memerintah Majapahit

Lima pejabat penting itu sendiri teridentifikasi dari Piagam Penanggungan yang dikeluarkan tahun 1296. Tetapi sebelum diisi lima pejabat penting, setidaknya ada tiga pejabat yang mengisi jabatan lima menteri tersebut. 

Nagarakretagama menyinggung bagaimana deskripsi jabatan wreddha menteri. Hal ini sebagaimana diuraikan pada Pupuh 9/3 di mana di kakawin tersebut disinggung tempat duduk para menteri di paseban dan menyinggung adanya sang sumantri pinituha, yakni menteri sepuh atau wreddha menteri. 

Catatan mengenai jabatan wreddha menteri pertama kali dijumpai di masa pemerintahan Raja Jayanagara pada tahun 1323. Saat itu jabatan wreddha menteri dipegang oleh Sang Arya Patipati Mpu Kapat. Nama wreddha menteri Mpu Kapat disebut dalam golongan pada tanda rakryan ring pakirakiran makebehan, sesudah penyebutan patih Daha Dyah Purusa Iswara dan patih Majapahit Dyah Halayuda. Karena adanya kata umingsor (ke bawah), maka kedudukan wreddha menteri Mpu Kapat ada di bawah patih Majapahit. 

Pada Piagam Berumbung 1329 nama wreddha menteri disebut sesudah penyebutan Sang Panca Wilwatikta. Jumlahnya ada dua yakni wreddha menteri mahakusumawardhana Sang Arya Patipati Mpu Kapat dan wreddha menteri senapati sang Arya Mapanji Elup. 

Di Piagam Blitar yang bertarikh tahun 1330 mencatat jabatan wreddha menteri diemban Arya Dewaraja Mpi Aditya. Nama Mpu Aditya masih tercatat sebagai wreddha menteri dalam Piagam O.J.O. LXXXIV atau D. 38, pada piagam itu disebut kelompok para tanda rakryan sang wreddha menteri Sang Arya Dewaraja Mpu Aditya dan Sang Arya Dhiraraja Mpu Narayana. 

Penyebutan kedua wreddha menteri itu diikuti oleh penyebutan Sang Panca Wilwatikta yang dikepalai oleh Rakryan patih Majapahit Gajah Mada dan rakryan Patih Kahuripan. Menariknya saat Jayanagara naik tahta konon jabatan wreddha menteri ini diemban oleh Mpu Kapat. 

Hal ini tercantum dalam Piagam Raja Jayanagara yang dikeluarkan pada 1296. Di piagam itu disebutkan bahwa Panji Patipati Mpu Kapat adalah sahabat dan pengawal setia Raja Kertarajasa Jayawardhana atau Raden Wijaya, raja pertama Majapahit. Mpu Kapat dikenal sebagai pengawal setia Raden Wijaya sejak masih belia di istana Singasari. 

Panji Patipati Mpu Kapat lantas mendapat anugerah tanah di Sukamerta dari sri baginda Kertarajasa sebagai balas jasa. Pada hakikatnya Piagam Penanggungan di atas dikeluarkan sebagai pengukuhan anugerah tanah Sukamerta kepada Mpu Kapat.

Tetapi hal berbeda di Piagam Batur, nama Mpu Kapat tidak lagi dihubungkan dengan jabatan wreddha menteri, tetapi dengan jabatan demung. Namanya disebut sesudah Rakryan Mahapatih Kahuripan Mpu Tanding. Nama Mpu Tanding dijumpai lagi pada Piagam Bendasari sebagai Sang Arya Atmaraja dan dalam Nagarakretagama pupuh 72, dengan jelas dinyatakan bahwa Sang Arya Atmaraja Mpu Tanding diangkat sebagai wreddha menteri oleh Raja Hayam Wuruk sepeninggal Patih Gajah Mada pada tahun 1364. 

Dengan jelas dari uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa jabatan wreddha menteri kebanyakan dipegang oleh kerabat raja yang masih akrab. Prapanca menyatakan bahwa Mpu Tanding adalah sahabat karib sang raja. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini